Kamis, Mei 28, 2026
BerandaKepulauan RiauBatamCuaca Ekstrem Dan Perizinan Terhambat, Nelayan Batam Butuh Perhatian Pemerintah

Cuaca Ekstrem Dan Perizinan Terhambat, Nelayan Batam Butuh Perhatian Pemerintah

Batam, GK.com – Para nelayan di wilayah Nongsa kembali menghadapi masa sulit, akibat menurunnya hasil tangkapan dan cuaca ekstrem pada musim angin utara. Kondisi ini membuat sebagian besar nelayan tidak dapat turun ke laut, sehingga pendapatan mereka merosot tajam.

Tabilah, salah satu nelayan dari Kampung Terih, Nongsa mengungkapkan kalau hasil tangkapannya jauh dari kata cukup dalam beberapa bulan terakhir.

“Ikan susah dicari, ketam pun kurang, untuk bertahan hidup, kami pandai-pandailah menghemat makan,” keluhnya.

“Biasanya sekali melaut bisa membawa pulang 200 sampai 300 ribu. Sekarang 100 ribu saja belum tentu dapat. Padahal ke laut itu ada ongkos, minyak harus disiapkan, uang makan dan kebutuhan keluarga juga harus terpenuhi, semua biaya naik, tapi hasil makin kurang,” ungkapnya kepada gerbangkepri.com, Sabtu (21/11/2025) Pukul 11.00 WIB.

Kepada media ini, ia juga menuturkan, belum ada menerima sosialisasi ataupun pendampingan dari Pemerintah.

“Sejauh ini belum ada arahan dari Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam. Kalau mereka turun biasanya ada penjelasan, tapi sampai sekarang belum ada,” katanya.

Selain tangkapan laut, dijelaskannya, budidaya ikan di keramba juga mengalami kendala. Ketika hujan deras, air keruh dari bagian atas atau sumber aliran masuk ke keramba hingga menyebabkan ikan mati sebelum panen.

“Kadang kami sudah jaga satu sampai dua bulan, tinggal sedikit lagi mau panen, tapi mati karena air keruh. Kami juga sudah menyampaikan hal ini kepada Pemko Batam, tapi hingga sampai saat ini belum ada solusinya. Padahal ikan itu butuh setahun untuk bisa panen,” tuturnya.

Memasuki puncak angin utara, situasi semakin berat. Banyak nelayan tidak bisa melaut karena ombak tinggi. Ia berharap kepada Pemerintah agar dapat memberikan perhatian lebih melalui bantuan mesin, kapal, ataupun alat tangkap.

“Saya belum pernah menerima bantuan apapun dari Pemerintah, jangankan mau mendapatkan bantuan mesin, sampan dan lain-lain, jaring pun belum pernah saya dapati”. tegas Tabilah. (KF)

Berita Terkait

Berita Populer