Bintan, GK.com — Kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas yang digelar Satlantas Polres Bintan di SD 009 Bintan Timur mendapat respons positif dari pihak Sekolah. Pasalnya sosialisasi yang berlangsung pada pukul 07.30 WIB hingga 08.15 WIB itu dinilai sangat bermanfaat untuk menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini kepada para siswa.
Guru Pendidikan Agama Islam, Aswar, S.Pd.I menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik program Satlantas yang turun langsung memberikan edukasi kepada siswa.
“Kami merespons dengan baik kegiatan dari Satlantas Polres Bintan ini. Mereka menyampaikan sosialisasi Operasi Zebra Seligi 2025 dengan sangat jelas, terutama tentang tata tertib berlalu lintas yang merupakan cerminan budaya bangsa,” ujarnya, Rabu (19/11/2025)
Dalam kegiatan tersebut, anggota Satlantas Polres Bintan, Aipda Ade Septian memperkenalkan sejumlah aturan keselamatan berkendara kepada siswa. Anak-anak diingatkan bahwa pengendara di bawah umur tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor. Selain itu, orang tua maupun kakak yang mengantar siswa ke Sekolah diminta untuk selalu menggunakan helm berstandar nasional serta tidak membawa penumpang lebih dari dua orang, karena sangat membahayakan.
Aipda Ade juga menekankan pentingnya kelengkapan kendaraan. Mulai dari penggunaan kaca spion, memastikan lampu sein berfungsi, hingga pemeriksaan surat berkendara sebelum melakukan perjalanan.
“Jika semua dipatuhi, kita dapat terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. Karena pada akhirnya, keselamatan kita bergantung pada diri kita sendiri,” kata Aswar mengutip pesan yang disampaikan petugas.
Aswar berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin.
“Kalau bisa dilakukan setiap triwulan, sebagai bentuk penyegaran untuk anak-anak. Tingkat pemahaman mereka ini perlu terus diingatkan,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Pukul 15.00 WIB.
Selain mengandalkan sosialisasi dari Kepolisian, pihak Sekolah juga aktif memberikan edukasi keselamatan kepada murid, terutama karena lokasi Sekolah berada tepat di pinggir jalan raya yang cukup rawan. Sekolah bersama paguyuban orang tua siswa turut mengawasi anak-anak saat datang dan pulang Sekolah, termasuk membantu mereka menyeberang jalan. Guru-guru juga diterjunkan langsung untuk berjaga di gerbang Sekolah. Sementara itu, banyak orang tua murid yang atas inisiatif sendiri mengantar anak hingga ke depan pintu gerbang demi memastikan keamanan.
“Kami berharap Pemerintah dapat menghadirkan petugas secara rutin untuk membantu mengamankan lalu lintas di depan Sekolah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan”. tutupnya. (DS)

