Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaInternasionalPenyengat Heritage Fest 2025 Angkat Tradisi Melayu Dan Promosikan Wisata Pulau Penyengat

Penyengat Heritage Fest 2025 Angkat Tradisi Melayu Dan Promosikan Wisata Pulau Penyengat

Kepri, GK.com – Kamis, (11/09/2025) pukul 12.00 WIB, Pulau Penyengat, Tanjungpinang kembali menjadi sorotan melalui gelaran Penyengat Heritage Fest 2025 yang akan berlangsung pada 12–14 September 2025. Festival ini menjadi atraksi pariwisata unggulan yang di kemas untuk mempromosikan Pulau Penyengat sebagai destinasi sejarah dan budaya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan, S.Sos melalui via telepon mengatakan, tujuan utama diadakannya kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan kembali Pulau Penyengat kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Kita mempromosikan objek wisata Pulau Penyengat, mulai dari masjid hingga cagar budaya, sekaligus memperlihatkan bahwa infrastrukturnya kini sudah baik untuk dikunjungi,” ujarnya.

Hasan menjelaskan, festival ini juga menjadi sarana pemasaran pariwisata melalui berbagai atraksi budaya dan tradisi. Tiga kegiatan utama yang digelar adalah lomba gasing, lomba nyuluh, dan Night Run 5 KM Penyengat.

Lomba gasing diikuti hampir 70 peserta dari berbagai daerah, seperti Pontianak, Jambi, Pekanbaru, Siak, hingga Medan. Permainan tradisional masyarakat Melayu ini dinilai sarat nilai budaya dan edukasi, sehingga penting untuk terus dilestarikan.

Selain itu, lomba nyuluh atau menangkap ikan saat air surut diangkat sebagai ajang untuk mengenalkan kembali tradisi masyarakat pesisir.

“Mungkin generasi muda sekarang banyak yang belum tahu. Dulu, orang tua kita mencari nafkah dengan menyuluh ikan. Itu tradisi yang ingin kita kenalkan kembali,” tambah Hasan.

Pulau Penyengat juga dipromosikan sebagai destinasi malam hari melalui night tour. Dengan infrastruktur penerangan yang semakin baik, wisatawan kini dapat menikmati suasana religi dan sejarah di malam hari. Pelayaran pompong pun tersedia hingga pukul 21.00–21.30 WIB, sehingga pengunjung tetap memiliki kesempatan berwisata malam di pulau bersejarah tersebut.

Lebih lanjut, Hasan menegaskan bahwa tema Pariwisata Regeneratif diusung dalam festival ini untuk menekankan pelestarian lingkungan, perlindungan tradisi, serta manfaat langsung bagi masyarakat lokal.

Sebagai penutup, penyanyi asal Malaysia Roger Kajol dijadwalkan tampil membawakan musik Ghazal yang menjadi ciri khasnya.

Perwakilan masyarakat Pulau Penyengat, Haji Abdul Rahman menyambut positif pergelaran ini.

“Festival ini tidak hanya mempromosikan Penyengat sebagai destinasi wisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi warga”. katanya.

Total peserta dari tiga kompetisi utama mencapai sekitar 500 orang, angka yang menjadi bukti nyata tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelestarian tradisi, sekaligus pengembangan pariwisata Pulau Penyengat.

Dengan menggabungkan tradisi, olahraga, religi, sejarah, hingga seni pertunjukan, Penyengat Heritage Fest 2025 diyakini akan menjadi magnet wisata unggulan Kepulauan Riau sekaligus memperkuat identitas Melayu di mata dunia. (KF)

Berita Terkait

Berita Populer