Beranda Kepulauan Riau Bintan Sempat Dijuluki Bupati Jamban, Gubernur Ingin Penanganan Limbah Lebih Serius

Sempat Dijuluki Bupati Jamban, Gubernur Ingin Penanganan Limbah Lebih Serius

127
0

Bintan,GK.com – Bertempat di Kampung Karya Jl. Bumi Indah, Toapaya Asri, Kabupaten Bintan, Senin (8/11), Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad menghadiri acara Penutupan Pembangunan Sistem Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Terpadu yang diselenggarakan oleh Loola Resort.

Saat itu, Ansar menuturkan pengelolaan limbah yang baik sangat diperlukan untuk mencegah potensi bahaya yang ditimbulkan. Limbah merupakan sisa proses dalam industri, baik dari Perusahaan maupun rumah tangga. Jika tidak dikelola dengan baik akan mengganggu kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Pengelolaan yang baik dan berkepanjangan sangat diperlukan agar tidak menjadi penyebab masalah lingkungan, apalagi limbah-limbah yang berbentuk cair yang sulit diuraikan oleh bakteri. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri pada dasarnya sangat mendukung program untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut, Dirinya menyampaikan, hal ini adalah salah satu amanah dalam pertemuan Sustainable Development Goals (SDG), dimana para pemimpin-pemimpin dunia selalu membahas keikutsertaan masyarakat dalam proses perumusan tujuan dan target kesejateraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Bahaya yang disebabkan limbah itu tidak timbul seketika, akan tetapi bisa timbul dalam waktu yang panjang dan tidak jarang menimbulkan dampak fatal seperti kematian. Saya minta kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Bintan untuk mempelajari sistem sanitasi penanganan limbah yang lebih efektif,” tegas Ansar.

Lalu, Gubernur menabahkan, Kedepan Pemprov Kepri akan mempelajari sistem ini, kalau memang ini efektif, Ia akan mengembangkannya di berbagai wilayah yang resistensi limbahnya sangat besar. Sewaktu Ia menjabat sebagai Bupati Bintan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan mendapatkan penghargaan khusus dari Kementerian Kesehatan RI karena telah berhasil melakukan program Open Defecation Free (ODF).

“Saat itu, saya sempat dijuluki Bupati Jamban, karena ada lebih dari 2.000 jamban yang Pemkab Bintan bangun. Karena kala itu masih banyaknya masyarakat membuang limbah diluar rumah, dengan tidak adanya wc. Semoga percontohan ini dapat memberikan contoh penanganan limbah kepada daerah lainnya. Karena limbah tidak boleh dipandang enteng,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ansar juga memaparkan sistem pengelolaan unit ini dibuat bersama-sama masyarakat, agar kedepan masyarakat akan sadar pentingnya pengelolaan limbah yang baik.

Semetara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Bintan Adi Prihantara mengucapkan terima kasih kepada Loola Eco Eventure yang telah peduli kepada masyarakat Bintan, dimana pembangunan sistem pengelolaan sanitasi diharapkan bermanfaat.

“Tentu ini menjadi tugas masyarakat semua untuk menjaga dan tahu cara menggunakan, serta merawatnya. Pemkab Bintan juga menginginkan gerakan membangun kampung yang disebut program Gerbang Kampung”. ungkap Adi. (*).

Editor : Dina