Kamis, April 16, 2026
BerandaKepulauan RiauGubernur Kepri Minta Jaga Stabilitas Kebutuhan Sembako Jelang Nataru

Gubernur Kepri Minta Jaga Stabilitas Kebutuhan Sembako Jelang Nataru

Kepri, GK.com – Menjelang perayaan Hari Besar Kegamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Angin Utara, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Ansar Ahmad meminta agar kebutuhan sembako tetap stabil.

“Jangan karena minimnya stok sembako, kedepan dapat memicu terjadinya lonjakan harga yang akan mengakibatkan tidak terkendalinya inflasi. Momen ini sangat berkolerasi dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, jangan sampai ketersediaan pangan justru terganggu,” tegas Gubernur Kepri.

“Permasalahan ketersediaan pangan di Kepri sangat dipengaruhi oleh factor eksternal, terlebih Kepri bukan Daerah penghasil utama komoditi pangan, sebagian kebutuhan pangan masyarakat Kepri dipasok dan didatangkan dari luar Daerah,” ujar Ansar, Rabu (03/11/2021) saat membuka acara High Level Meeting Pengendalian Inflasi Provinsi Kepri 2021 secara virtual di Swis Bell Hotel Batam, dari Kantor Pemerintah Provinsi Kepri di Dompak.

Lalu, Ansar menyebutkan kondisi ini masih dipengaruhi adanya siklus musim angin utara dan juga potensi curah hujan tinggi yang akan mempengaruhi penurunan produksi sayur yang sebagian dihasilkan petani lokal Kepri.

“Karenannya saya memandang perlu adanya sinergi mengantisipasi hal tersebut, salah satunya melalui level meeting seperti ini, agar permasalahan terkait ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi tidak sampai berimbas pada inflasi yang tak terkendali, dan bisa diantisipasi,” sebutnya.


Saat itu, Ansar sempat menyinggung terkait kinerja perkonomian Provinsi Kepri triwulan 2 Tahun 2021 yang menurutnya mengalami perbaikan signifikan. Jika dibandingkan triwulan sebelumnya, kinerja perekonomian Kepri naik sebesar 6,90 persen. Tumbuhnya perekonomian Kepri dikarenakan adanya pelonggaran mobilitas masyarakat yang terus dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat, hal itu teentunya dapat didongkrak dengan adanya stimulus Pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, kemudian ditambah dengan peningkatan konsumsi masyarakat dan juga meningkatkan permintaan ekspor.

“Begitu juga dengan inflasi yang cenderung rendah dan stabil. Dimana per bulan Oktober 2021 kemarin, secara month to month ada dikisaran 2,23 persen jika dibanding bulan yang sama di tahun 2020 lalu, capaian ini harus bisa terus dipertahankan, karena menjelang moment HBKN biasanya ada kecenderungan meningkat,” pesannya.

Kemudian, Gubernur menambahkan kepada Bupati dan Walikota selaku Ketua TPID Kabupaten/Kota untuk terus melaksanakan upaya pengendalian inflasi jangka pendek dan mengantisipasi lonjakan melajunya inflasi pada akhir tahun nanti. Diantaranya, selalu memantau stok dan pasokan pangan, termasuk bahan pokok strategis dipasar ritel dan modern, keamanan produk pangan segar juga harus dijaga, serta mengawasi pelaku usaha tidak menaikan harga sembarangan.

“Saya menginstruksikan untuk berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait kesiapan moda angkutan laut dan udara, kelancaran distribusi, termasuk melakukan komunikasi efektif melalui Media Cetak dan Elektronik, hingga mengantisipasi dampak fenomena La Nina. Dengan demikian, kita bisa bersama-sama mengantisipasi ketersediaan bahan pokok, pengendalian inflasi, khususnya menjelang HBKN dan masuknya musim angin utara”. tutupnya.

Agenda tersebut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan BI Musni Hardi K. Atmaja, Kepala Badan Pusat Statistik Kepri Agus Sudibyo, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Sekdaprov Kepri Samsul Bahrum dan hadiri lainnya. (*).

Editor : Dina

Berita Terkait

Berita Populer