Tanjungpinang, GK.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Tanjungpinang melaporkan terjadi inflasi sebesar 0,09% pada bulan Juni 2020 yang disebabkan oleh adanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.
Kepala BPS Tanjungpinang, Mangamputua Gultom dalam Rapat Koordinasi Rutin TPID mengatakan, inflasi pada bulan Juni membuat tingkat inflasi tahun kalender di Kota Tanjungpinang menjadi -0,37% dan inflasi tahunan menjadi -0,32%.
Tercatat ada 40 komoditi mengalami kenaikan harga, salah satu pemicu terjadinya inflasi pada bulan ini yang paling dominan yaitu daging ayam ras yang memberikan andil sebesar 0.08% dan inflasinya 4.07%.
“Dari 24 kota di Sumatera, Kota Tanjungpinang mengalami inflasi pada urutan kelima, sedangkan yang paling rendah mengalami inflasi adalah Kota Bandarlampung, dan yang paling tinggi mengalami inflasi adalah Tembilahan,” tutur Mangamputua Gultom, Selasa (21/7).
Dikesempatan yang sama, Pimpinan BI perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Musni Hardi K Atmaja mengatakan, pada bulan Juli 2020 diperkirakan Tanjungpinang akan mengalami inflasi di kisaran sebesar 0.00% s.d 0.20%.
“Peningkatan resiko inflasi tersebut perlu diwaspadai dan diantisipasi dengan ketersediaan pasokan yang memadai agar tetap terkendali dan stabil,” harap Musni.
“Pengendalian inflasi juga dapat dilakukan dengan mendorong pemasaran secara online dan pembayaran non tunai, serta mengoptimalkan kerja sama antar daerah KAD”. lanjutnya.
Musni Hardi berharap, Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat menjaga kestabilan inflasi agar tetap stabil menjelang akhir tahun dan 2021. (Del).
Editor : Febri

