Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Pelaksanaan Ibadah di Tegaskan Pemko Tanjungpinang Tetap Dirumah

Pelaksanaan Ibadah di Tegaskan Pemko Tanjungpinang Tetap Dirumah

24
0

Tanjungpinang, GK.com – Terkait pelaksanaan Ibadah Sholat berjamaah, Plt Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP menegaskan hingga saat ini Pemerintah Daerah masih tetap berpegang pada surat edaran Menteri Agama, edaran Gubernur, dan tausiyah dari MUI, yang mana ada pengecualian dan diperbolehkan untuk wilayah kondisi penyebaran Covid-19 terkendali.

“Artinya, MUI memperbolehkan Sholat berjamaah untuk wilayah zona hijau, sedangkan Kota Tanjungpinang masih ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai zona merah. Jadi, sesuai edaran, pelaksanaan Sholat tetap dilakukan di rumah masing-masing,” tegas Rahma dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Engku Raja Hamidah, Lantai III, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin (18/5).

Dalam rapat yang dihadiri oleh LAM Kota Tanjungpinang, MUI Provinsi Kepulauan Riau, MUI Kota Tanjungpinang, Polres Tanjungpinang, dan sejumlah pimpinan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan se- Kota Tanjungpinang itu menbahas edaran aktivitas bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Dikesempatan itu, MUI Provinsi Kepulauan Riau, Edi Safrani menegaskan bahwa, fatwa MUI itu tidak berlaku merata untuk seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri.

“Dalam fatwa MUI itu menyebutkan bahwa, bagi daerah-daerah yang terkendali dari Covid-19, maka silakan melaksanakan sholat lima waktu dan lainnya, termasuk sholat Idul Fitri dilakukan di lapangan terbuka,” jelasnya.

“Jadi, menurut saya, fatwa MUI ini tidak berlaku untuk seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri yang masih sebagai zona merah atau belum terkendali,” lanjut Edi Safrani.

MUI Kepri mengikuti keputusan Pemerintah dan Pemerintah Daerah tentang ketentuan bagi daerah yang masih belum terkendali.

“Maka Kota Tanjungpinang yang masih berstatus zona merah, tetap berpedoman pada edaran Menteri Agama, Gubernur, dan Pemerintah setempat,” katanya.

MUI Tanjungpinang, Fauzi mengatakan, pada prinsipnya, MUI Tanjungpinang tetap mendukung surat edaran Pemko, karena melihat Tanjungpinang masih berstatus zona merah.

Namun, Fauzi mengharapkan Pemko Tanjungpinang memberi perhatian serius kepada kelompok-kelompok atau orang-orang yang saat ini masih berkerumun atau mengadakan keramaian.

“Jadi, jangan sampai terkesan kita hanya mengatur masjid dan rumah ibadah seperti Vihara, Gereja dan lainnya, sementara ada tempat-tempat keramaian yang lain terkesan diabaikan, padahal di situ juga berpeluang sebagai penyebaran Virus Corona,” pungkasnya.

Dari berbagai kritik dan masukan yang disampaikan oleh tokoh agama, akhirnya Plt Wali Kota Tanjungpinang meminta peserta rapat untuk sepakat bahwa di Tanjungpinang belum dapat dilonggarkan, kemudian hal tersebut dapat disampaikan kepada jemaah bahwa, situasi zona merah menjadikan semua pihak untuk dapat tetap menjaga ibadah di rumah.

Di tempat berbeda, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari menegaskan, “pelaksanaan sholat Ied tetap dilaksanakan di rumah masing-masing, karena Pemko Tanjungpinang tidak menyediakan lokasi pelaksanaan sholat Ied. Jadi, sesuai aturan tetap di rumah,” ucapnya.

Tanjungpinang masih zona merah, sehingga pihaknya belum berani untuk memberlakukan sholat jamaah di Masjid, baik sholat tarawih, sholat 5 waktu maupun sholat ied. Jadi, tetap beribadah di rumah sesuai edaran, baik dari Pemko, Gubernur, maupun Menteri Agama.

Disinggung soal adanya Masjid yang telah melaksanakan ibadah, Teguh mengatakan akan melakukan pendekatan lebih lanjut. Sehingga masyarakat dapat mengikuti surat edaran.

“Kalau ada yang tetap sholat, kita berikan pemahaman bahwa kita anjurkan untuk tetap di rumah. Tolonglah di mengerti, MUI memperbolehkan yang daerah zona hijau, kita ini zona merah”. tutur Sekda. (Hms/Red).

Editor : Febri