Senin, Mei 4, 2026
Beranda blog Halaman 1062

Mendikbud: Kurikulum Bisa Dimodifikasi

KEPRI- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali mengingatkan bahwa melalui penguatan pendidikan karakter (PPK), kurikulum sekolah menjadi lebih terbuka sehingga bisa disesuaikan dengan karakteristik daerah. Misalnya, kurikulum bisa dimodifikasi dengan menyisipkan materi khusus, seperti pengetahuan tentang bencana.

“Bisa saja kemudian kurikulumnya dimodifikasi sehingga ada kesempatan bagi siswa itu mengetahui bagaimana cara bertahan hidup ketika menghadapi bencana,” kata Muhadjir, Sabtu (25/8).

Namun begitu, kata Muhadjir, modifikasi kurikulum tersebut tidak bisa bisa diterapkan di semua daerah di Indonesia. Hanya bagi daerah-daerah khusus seperti Lombok, Aceh, atau daerah lainnya yang memiliki potensi bencana cukup besar.

“Jadi semua pengalaman belajar yang perlu dibekalkan kepada siswa itu bisa disesuaikan sesuai dengan ekosistem atau lingkungan di mana dia tinggal,” kata Muhadjir.

Dia juga meminta agar pihak sekolah dan keluarga sejalan dalam mengoptimalkan PPK siswa. Pendidikan berkarakter, kata Muhadjir, mesti diintensifkan agar bisa menghapuskan segala bentuk paham radikal di sekolah.

“Secara konseptual PPK ini untuk menangkal penyimpangan praktek ajaran, baik yang bersumber dari sekolah atau luar sekolah. Terutama luar sekolah,” tegas dia. (ROL)

LAM Kelurahan Daik Dikukuhkan

LINGGA- Lembaga Adat Melayu Kelurahan (LAM) Daik resmi dilantik.v Berdasarkan hasil musyawarah RT/RW,tokoh masyarakat Daik, maka terpilih Datok Sazali sebagai ketua LAM Kelurahan Daik.

Dalam sambutannya, Datok Sazali menyampaikan permohonan agar diberikan petunjuk. “Kami masih muda dan perlu tunjuk ajar dari tokoh-tokoh adat. Sebab tidak mudah mengemban amanah sebagai Ketua LAM,”ungkap Datok Sazali, Rabu(22/8/2018) di Balai LAM Daik.

Kasi Pemerintahan, Datok Aryanto mewakili Lurah Daik memberikan ucapan selamat kepada pengurus LAM terpilih. “Kami berharap LAM kelurahan mampu menjaga adat. Karena Kelurahan Daik merupakan pusat Bunda Tanah Melayu. Terkait operasional kegiatan, saat ini LAM kabupaten sudah mengalokasikan anggaran untuk LAM desa/kelurahan,”ujar Datok Aryanto.

“Kedepan akan kita usahakan agar LAM Kelurahan Daik memiliki anggaran operasional tersendiri. Tujuannya agar kerja-kerja merawat budaya dan melestarikan adat ini bisa berjalan sesuai dengan harapan,”sambungnya.

Datok Sri H. Ishak mengatakan LAM harus mampu mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga adat.

“Menggali dan melestarikan tradisi lama adalah tugas utama LAM. Keberadaan LAM sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi, pengurus LAM kelurahan harus selalu berkoordinasi dengan LAM Kabupaten,”ujar Datok Sri.

“LAM sudah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk menyusun kurikulum kebudayaan. Harapan kita, materi dan buku-buku adat budaya yang disusun oleh LAM kabupaten bisa segera disiapkan dan dibagikan untuk disampaikan kesekolah yang ada di Kabupaten Lingga,”tambah Datok Sri.

Terkait pembinaan Mak Inang dan Mak Andam, Datok Sri juga sangat menaruh harapan besar. “Saya minta kepada Mak Inang dan Mak Andam yang sudah ditunjuk untuk siap bekerja. Tanpa ada alasan bermacam dan dibuat-buat sehingga mengganggu kerja Mak Inang dan Mak Andam. Sebenarnya, tugas Mak Inang dan Mak Andam dapat meringankan kerja pemimpin Negeri,”ucap Datok Ishak.

Usai pengukuhan LAM Kelurahan Daik dilanjutkan dengan sosialisasi Tepok Tepong Tawar yang dipandu oleh Datok H. Nadar. Menurut Datok Nadar ada 3 (tiga) elemen yang sejatinya menjadi penepuk tepung tawar, yaitu tokoh adat, tokoh agama serta pemimpin negeri.

“Terpenting yang harus diperhatikan adalah tatacara berpakaian. Penepuk harus berpakaian patut, yaitu menggunakan baju kurung Melayu. Aturannya begitu karena tradisi tepuk tepung tawar Lingga ini sudah diakui sebagai warisan budaya Indonesia,”jelas Datok Nadar.

Saat sosialisasi, kepada para undangan diminta untuk praktik langsung sebagai penepuk. Malam pengukuhan LAM kelurahan Daik dihadiri oleh RT/RW,tokoh masyarakat serta pengurus LAM Kecamatan dan Kabupaten. (rri)

UMRAH Meyudisium 236 Mahasiswa FISIP

TANJUNGPINANG- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang meyudisium 236 orang calon wisudawan/wisudawati, Jumat (24/08/2018).

Dekan FISIP UMRAH, Bismar Arianto, M.Si, dalam sambutannya merinci jumlah calon wisudawan menurut program studi (prodi) antara lain Ilmu Pemerintahan 106 orang, Ilmu Administrasi Negara 80 orang, Sosiologi 43 org, dan prodi Ilmu Hukum 7 orang.

“Angkatan 2014 yang yudisium 47 orang. Itu sama dengan 20 persen”, jelas Bismar Arianto.

Selain mahasiswa angkatan 2014, FISIP UMRAH juga akan mewisuda mahasiswa angkatan 2010, 2011, 2012 dan 2013. Total alumni FISIP 1636 orang. Yang paling banyak dari Ilmu Pemerintahan.

“IAN : 591 orang, IP : 693 orang dan SOS 343 orang, dan Hukum 9 orang. Itulah rincian alumni sampai bulan Agustus 2018”, tambahnya.

Pihak fakultas berharap alumni UMRAH yang nantinya terjun ke masyarakat dapat menjaga nama baik almamater. Tidak hanya dapat berkiprah di pemerintahan, para alumni juga diyakini mampu mengisi berbagai bidang. Termasuk menjadi akademisi atau dosen seperti beberapa alumni terdahulu dengan melanjutkan pendidikan pasca sarjana.

“Silaturahim tidak bolehlah putus. Berapa tahun yang lalu kalian datang ke Tanjungpinang berbekal doa ayah dan ibu. Selamat hari ini kalian sudah jadi pemenang” tutup Bismar.

Setelah mahasiswa mengikuti yudisium, para lulusan FISIP UMRAH tersebut akan mengikuti wisuda yang akan disejalankan dengan dies natalis universitas negeri di Kepulauan Riau ini. Pelaksanaan wisudanya sendiri diagendakan dilangsungkan pada 15 September 2018. (rri)

Satgas Berkurban Bersama di DLH

BATAM– Satugas tugas (Satgas) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam mendapatkan potongan hewan kurban pada Idul Adha 1439 H/2018 M ini. Sebanyak enam ekor sapi dan 11 ekor kambing dipotong untuk dibagikan ke petugas kebersihan Kota Batam tersebut.

“Mungkin dari segi jumlah ini tidak seberapa. Satgas kami lebih kurang 1000 orang. Mungkin pembagiannya kecil saja. Tapi yang kami harap mudah-mudahan mendapat ridho dari Allah SWT,” kata Kepala DLH Batam, Herman Rozie di Sekupang, Kamis (23/8).

Mantan Camat Lubukbaja ini mengatakan kegiatan kurban di DLH merupakan agenda rutin tahunan. Kurban berasal dari pegawai dan mitra kerja DLH.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan silaturahmi dan bentuk rasa syukur. Serta sebagai bentuk kebersamaan, perasaan senasib, sepenanggungan, dan seperasaan.

“Yang hadir sekarang tidak semua. Karena kami tetap bekerja. Karena sampah ini tak ada liburnya. Pagi ini kita potong, siang Insya Allah sudah bisa dibagikan kepada seluruh Satgas,” tuturnya.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengapresiasi kegiatan yang tetap dilaksanakan oleh DLH ini. Meski jumlahnya dianggap tidak banyak, tapi ada peningkatan dari tahun lalu.

“Menurut informasi ada peningkatan dua kambing. Peningkatan ini mengisyaratkan DLH bisa membangun komunikasi positif dengan mitra. Karena hewan kurbannya dominan berasal dari mitra kerja kita,” kata Amsakar.

Ia berharap ke depan kemitraan ini dapat dibangun lebih baik lagi. Dan semoga ke depan jumlah kurban bisa ditingkatkan, sehingga distribusi ke Satgas dapat lebih banyak dari sekarang.

“Kalau sekarang kisaran dua kilo tiga kilo per orang, kalau bisa ke depan naik lah,” sebut mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam ini.

Apresiasi terbesar disampaikan kepada Satgas Kebersihan. Karena selama dua tahun enam bulan ia memimpin Kota Batam bersama Walikota Muhammad Rudi, tidak pernah terdengar masalah penumpukan sampah. Meski di saat libur besar seperti Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan Idul Adha, pelayanan sampah tetap berjalan baik.

“Dua tahun enam bulan ini masalah sampah selesai. Jalan tetap bersih. Artinya kita memiliki rasa tanggungjawab terhadap kota ini. Saya berbangga. Masyarakat Batam berbangga. Karena sampah di Batam betul-betul bisa kita selesaikan. Dan itu tentu saja berkat jasa dari Satgas kita,” ujarnya. (SUGENG H)

Jumlah Hewan Kurban Berkurang dari Tahun Lalu

BATAM– Jumlah hewan kurban di Kota Batam tahun ini berkurang dibanding Idul Adha sebelumnya. Kantor Kementerian Agama Kota Batam mencatat jumlah hewan kurban hingga H-1 Idul Adha, Selasa (21/8) pukul 16.00 WIB, sebanyak 2.768 ekor. Terdiri dari 970 ekor sapi dan 1.798 ekor kambing.

“Belum ada penambahan sampai hari ini,” kata Kepala Kantor Kemenag Batam, Erizal Abdullah, Kamis (23/8).

Erizal memaparkan pada Idul Adha 1438 H/2017 M lalu, umat muslim Kota Batam berkurban sebanyak 4.680 ekor. Terdiri dari 878 ekor sapi dan 3.802 ekor kambing. Dengan jumlah orang yang berkurban sebanyak 9.948 orang.

“Tahun ini jumlah yang berkurban 8.588 orang. Artinya ada selisih 1.360 orang,” kata dia.

Adapun jumlah hewan kurban di tiap kecamatan adalah sebagai berikut:

Belakangpadang: 32 sapi, 48 kambing
Batuampar: 29 sapi, 40 kambing
Sekupang: 194 sapi, 231 kambing
Seibeduk: 70 sapi, 179 kambing
Nongsa: 25 sapi, 37 kambing
Bulang: 13 sapi, 63 kambing
Galang: 18 sapi, 52 kambing
Lubukbaja: 58 sapi, 93 kambing
Bengkong: 109 sapi, 202 kambing
Batamkota: 138 sapi, 251 kambing
Batuaji: 94 sapi, 207 kambing
Sagulung: 190 sapi, 395 kambing.
Berdasarkan data Kemenag tersebut, jumlah hewan kurban terbanyak berada di Kecamatan Sagulung. Yakni 190 ekor sapi, 395 ekor kambing, dengan pekurban sebanyak 1.655 orang.

Kecamatan Sagulung juga menjadi kecamatan terbanyak untuk titik shalat iednya, yaitu 97 lokasi. Sedangkan untuk lokasi shalat ied paling sedikit berada di Kecamatan Bulang, yakni 17 titik.

Sementara itu, Shalat Idul Adha Kota Batam dipusatkan di Dataran Engku Putri Batam Centre. Shalat dipimpin imam Muslim Ahmad, dengan khatib Ustadz Salim A Fillah. (PRAYOGA S)

Pembangunan Kompleks Olah Raga Dompak Digesa

TANJUNGPINANG- Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan, Pemerintah terus berupaya mendorong potensi daerah di semua sektor, salah satunya pembangunan dibidang olah raga.

“Kita datang untuk memastikan bahwa fasilitas yang akan dibangun dapat selesai tepat waktu,” ujar Nurdin saat meninjau pembangunan sejumlah spot olah raga di kawasan Pulau Dompak, Tanjungpinang, Jumat (24/8/2018).

Nantinya dengan sudah selesai sejumlah lokasi olah raga, Nurdin yakin Pulau Dompak akan ramai dan menjadi tujuan wisatawan datang. Karena semua yang ingin dicari dan dilihat, ada di sini.

“Tentu akan tergambar nantinya Kepri unggul di semua bidang, salah satunya olah raga,” lanjut Nurdin.

Pada kesempatan tersebut Nurdin meninjau progres pembangunan stadion sepak bola, track motocross, gedung olah raga multi fungsi serta fasilitas penunjang lainnya.

Nurdin berharap pembangunan Stadion tersebut bisa tetap dilanjutkan sampai rampung. Agar bisa bersaing pembangunan Stadion di Indonesia.

“Ini adalah ikon Kepri yang memiliki manfaat begitu besar bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang olah raga,” kata Nurdin.

Kedepan, stadion tersebut akan menjadi saiangan stadion terbaik nomor dua di Indonesia yaitu Papua. Pembangunannya, akan dilanjutkan terus sampai sempurna dan secepatnya agar dapat dipergunakan.

Ketika meninjau, stadion sedang dalam pengerjaan adregat lapangan bola kaki dengan pemasangan Split 23 krikil kasar dan skrining krikil halus. sebelum nantinya akan dipasang tanah hitam dan rumput.

Pengerjaan cut and fill lahan sendiri sudah dalan progres total 58 persen dan ditargetkan sebelum November selesai.

Tribun terbuka nantinya akan dibangun membelakangi matahari agar penonton tidak silau ketika menyaksikan pertandingan bola. Lalu di tepi lapangan bola akan dibangun trek untuk lari dengan 8 lintasan dengan lebar 26 Meter disertai safety area dan pagar.

Pengembangan track motocross juga nenjadi perhatian Nurdin yang saat itu didampingi Kadispora Maifrizon.

“Lahan yang dipakai agar bisa berguna bagi semua, ada track untuk cross, dibawah juga untuk lapangan multifungsi,” tambah Nurdin.

Untuk itu Nurdin menegaskan bahwa pengerjaan harus tepat dan selalu dikawal agar sesuai dengan skema.

“Persiapan yang baik dan pelaksanaan ysng baik tentu akan menghasilkan prestasi yang baik,” tutup Nurdin.

Setelah meninjau lokasi olah raga Pulau Dompak, Nurdin melanjutkan kunjunyan ke Desa Teluk Bakau, Bintan.

Di Teluk Bakau dirinya meninjau langsung lokasi yang direncanakan akan dibangun kawasan olah raga multi fungsi oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Di kawasan ini bisa digunakan untuk olah raga futsal, bola voli, bulu tangkis dan sepak takraw.

“Semoga dengan adanya kawasan olah raga disini, potensi anak-anak dapat tergali dan terasah dengan baik,” kata Nurdin. (SYAHFIQA C)