Senin, Mei 4, 2026
Beranda blog Halaman 1061

Jamaah Haji Tanjungpinang Tiba Dalam Kondisi Sehat

TANJUNGPINANG- Sebanyak 213 jamaah haji Tanjungpinang yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Batam tiba di Tanah Air. Ketibaan jamaah haji tersebut langsung disambut oleh Wakil Gubernur Kepri, H. Isdianto, S.Sos, MM di Asrama Haji Batam, Rabu subuh (28/8/2018).

Wakil Gubernur Kepri H.Isdianto dalam kesempatan ini mengucapkan selamat datang dan bersyukur dikarenakan seluruh jamaah di kloter 1 Embarkasi Batam sudah kembali ketanah air dengan selamat. “Alhamdulillah semua dapat kembali ke tanah air walaupun ada yang dalam kondisi batuk karena faktor cuaca selama di tanah suci, namun kami berharap semoga seluruh jamaah haji yang telah kembali dari tanah suci, menjadi haji yang mabrur.” Ujar Isdianto.

Isdianto juga menambahkan bahwa sebagai manusia hanya bisa merencanakan, namun semua keputusan hanya ada ditangan Allah SWT, dan ini adalah salah satu kuasa Allah, para jamaah adalah orang-orang pilihan Allah SWT yang bisa berangkat ketanah suci. “Tidak semua orang dapat berangkat ketanah suci, banyak juga orang yang masih muda dan kuat serta punya rejeki yang melimpah, namun belum mendapat panggilan dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji ke tanah suci, maka dari itu mari kita syukuri atas apa yang sudah didapatkan dan selalu memakmurkan masjid dan pertebal iman dan taqwa kita kepada Allah SWT.” Tutup Isdianto.

Penjabat Walikota Tanjungpinang, Drs. Raja Ariza, MM dalam kesempatan ini juga menyampaikan ucapan selamat datang kembali ke Tanjungpinang kepada seluruh jamaah haji. “Alhamdulillah, seluruh jamaah haji kembali dalam kondisi sehat walafiat. Meski ada 1 orang yang belum bisa pulang karena sakit dan kita doakan segera sembuh agar dapat kembali ke Tanjungpinang dan berkumpul bersama keluarga tercinta.” Harapnya.

Ketika di tanah suci Mekkah, Ariza menyampaikan jamaah haji Tanjungpinang sangat kompak, saling gotong royong bersama, serta saling menjaga antara satu sama lain dan tim medis serta pendamping yang dikirim sangat care dan responsif sekali terhadap jamaah haji. “Saya ucapkan terimakasih kepada tim medis dan para pendamping yang telah sabar, peduli, serta selalu memberikan perhatian kepada para jamaah haji kita selama berada di tanah suci Mekkah,” katanya.

Sementara itu laporan Ketua Kloter 1 embarkasi Batam, H. Mustafa menyampaikan bahwa jumlah jamaah haji saat berangkat ke tanah suci berjumlah 444 orang. “Namun saat tiba di tanah suci ada tambahan dari kloter 4 yang bergabung di kloter 1 berjumlah 3 jamaah, sehingga total jamaah haji di kloter 1 menjadi 447 orang. Dan untuk jamaah Kota Tanjungpinang berjumlah 213 orang yang kembali ke Tanjungpinang.” Ujar Mustafa.

Selama berada ditanah suci, Mustafa mengatakan ada sedikit kendala yang terjadi, saat seluruh jamaah sudah berada didalam bus. “Kami sebagai petugas kloter tidak diizinkan ikut bersama para jamaah, karena di paspor kami tidak terdapat tanda untuk fasilitas transportasi, sehingga kami harus berpisah dengan para jamaah untuk menuju ke penginapan, namun setelah itu semua kembali berjalan normal dan baik sesuai kegiatan yang sudah dijadwalkan.” Tambah Mustafa.

Diakhir laporannya, Mustafa menyampaikan saat ini jumlah jamaah haji kloter 1 yang kembali ketanah air berjumlah 445 jamaah. “Ada 2 jamaah yang belum bisa dipulangkan, dikarenakan dalam kondisi sakit dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mekah, yaitu atas nama Muhammad Asli Nafis jamaah dari Tanjungpinang dan Amiruddin jamaah dari Kota Batam, mudah mudahan dapat segera kembali ketanah air dengan kondisi sehat walafiat.” Tutupnya.

Setelah penyambutan di Asrama Haji Batam, seluruh jamaah haji asal Tanjungpinang langsung menuju ke Pelabuhan Telaga Punggur untuk kembali ke Kota Tanjungpinang, dan kembali dilaksanakan penyambutan di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang.

Setibanya di Tanjungpinang, suasana haru mulai terasa menyambut kepulangan jamaah haji oleh sanak saudara yang telah menanti sejak pagi menunggu di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Bahkan wajah gembira dan rasa syukur pun terpancar di wajah-wajah para jamaah haji yang telah kembali ke tanah air.

Pemerintah Kota Tanjungpinang juga akan melaksanakan kegiatan ramah tamah dan silaturahmi bersama jamaah haji Kota Tanjungpinang pada hari Kamis, 30 Agustus 2018 pukul 10.00 di Aula Bulang Linggi, Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang.

Turut menyambut kedatangan jamaah haji, tampak Penjabat Walikota Tanjungpinang, Drs. Raja Ariza, MM, H.Syahrul, S.Pd, H. Lis Darmansyah, SH, Hj.Rahma, S.IP, FKPD, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat serta seluruh Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang. (Hum)

Pemko Buka Rekening dan Posko Bantuan Lombok

BATAM– Pemerintah Kota Batam siapkan rekening bank untuk menggalang dana bantuan korban gempa Lombok-Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan dari masyarakat Batam bisa disalurkan melalui Bank Riau Kepri dengan nomor 106.20.00250, BRI 0659.01.000254.30.3, dan BNI 0776877681 atas nama Posko Batam Peduli Bencana.

“Masyarakat bisa menyalurkan bantuan untuk saudara-saudara kita di Lombok melalui rekening ini,” kata Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin di Sekupang, Kamis (30/8).

Selain itu Pemerintah Kota Batam juga akan melakukan penggalangan dana di jalan. Aksi galang dana akan dilaksanakan selama dua pekan, 31 Agustus-15 September.

Lokasinya yakni simpang Masjid Agung Batam Centre, simpang BNI Seipanas, simpang Kepri Mall, dan simpang Masjid Baitus Syakur Jodoh. Pada setiap lokasi akan didirikan posko untuk menampung bantuan dari masyarakat.

Untuk penggalangan dana ini Pemko menggandeng organisasi Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pramuka Kota Batam, PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan. Serta menurunkan personel Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat sebanyak 200 orang.

“Pada hari pertama, Walikota Batam, Bapak Muhammad Rudi, Wakil Walikota Batam, Bapak Amsakar Achmad, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan turun langsung untuk menggalang dana di Simpang BNI sebagai bentuk sosialisasi,” tuturnya.

Sebagai dasar dilaksanakannya kegiatan ini, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Batam mengeluarkan edaran Nomor:1054/DSPM/IV.3/VIII/2018 tertanggal 30 Agustus 2018 yang ditandatangani Kepala DSPM Kota Batam, Hasyimah. Dinsospemas juga mengeluarkan surat edaran penggalangan dana kepada FKPD Kota Batam, BUMN, BUMD, Perguruan Tinggi dan lembaga pendidikan, perusahaan swasta, instansi vertikal di Kota Batam, pengurus masjid dan gereja. Dana yang terkumpul dapat diserahkan kepada kepala satuan untuk disampaikan ke Pemko Batam melalui posko yang tersedia.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada saudara kita yang tertimpa bencana di Lombok. Aksi serupa pernah kita lakukan untuk membantu korban bencana Tsunami Aceh tahun 2006 lalu. Saat itu terkumpul dana Rp 2 miliar dan kita antar langsung ke Aceh. Saat itu dananya digunakan untuk pembangunan SD,” kata dia.

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri mengatakan gerakan yang dilakukan Pemko Batam diberi nama “Batam peduli Lombok”. Kegiatan ini terlaksana berdasarkan pada himbauan Mendagri Nomor 977/6131/Sj dan 977/6132/Sj tanggal 20 Agustus 2018.

Yusfa mengatakan pemerintah tidak melarang jika ada organisasi lain yang melakukan aksi penggalangan dana. Namun itu semua harus seizin Pemko Batam. Selanjutnya dana yang terkumpul harus diserahkan ke posko yang telah disiapkan agar penyerahan bantuan satu pintu.

“Kami juga akan menyampaikan kepada masyarakat berapa donasi yang sudah terkumpul melalui media cetak setiap harinya. Ini bertujuan untuk transparansi. Jika memang sebelum waktu 15 hari dana yang terkumpul dirasa sudah cukup bisa saja kita stop aksi penggalangan dana ini,” sebutnya. (MC)

Jaga yang Ada, Percepat yang Mau Masuk

KARIMUN- Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak semua komponen masyarakat menjaga investasi yang sudah masuk di Kepri. Investasi merupakan hal yang penting, mengingat membangun daerah tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan keuangan daerah saja.

“Yang sudah ada kita jaga, yang ingin masuk kita percepat prosesnya. Kita juga terus mengundang dan mengajak calon-calon investor untuk berinvestasi di Kepri,” kata Nurdin, dalam lawatan ke Karimun, akhir pekan lalu.

Nurdin terus menggesa tiap kabupaten kota di Kepri membangkitkan lagi potensi yang ada. Semua sangat berperan dalam menjaga dan menarik investasi ke daerah itu.

Dalam kunjungannya Ke Karimun, pekan lalu, Nurdin menyempatkan diri untuk mengunjungi sejumlah perusahaan dan pengembangan sejumlah pembangunan sarana dan prasarana di Tanjung Balai.

“Terutama potensi untuk berinvestasi, jangan sampai apa yang sudah berdiri jadi lesu dan tidak berkembang,” tegas Nurdin.

Pertama Nurdin menunjungi PT. Saipem. Di Saipem, Nurdin meninjau salah satu pengerjaan rangkaian alat untuk pengeboran minyak yakni Topside yang seberat 2.700 ton yang hampir selesai dan akan dikirim ke Papua pada 8 September dengan estimasi selama 28-50 hari.

Selain itu komponen lainnya seperti Platform dan Jaket juga sedang dikerjakan. Lalu pipa double join sedang dikemas dan akan segera dikirim juga. Pipa tersebut merupakan rangkaian yang akan menyambungkan tiap pipa dan mengalirkan natural gas bawah laut.

“Kita datang buat memotivasi para karyawan agar tidak mengendurkan semangat mereka dalam bekerja,” ucap Nurdin.

Selanjutnya Nurdin bergerak menuju PT. Multi Ocean Shipyard (MOS) Karimun yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di galangan kapal.

Nurdin meninjau pengerjaan dua buah kapal tanker besar. Nurdin meminta agar semua karyawan dapat lebih memperhatikan keselamatan dalam bekerja.

Nurdin juga meminta agar lokasi perusahaan di tanami pohon-pohon untuk penghijauan, selain menjaga lingkungan, kesehatan para pekerja juga terjaga.

“Biar lingkungan sehat, karyawannya juga sehat,” kata Nurdin sambil melambaikan tangan kepada para karyawan.

Keluar dari perusahaan, Nurdin berhenti sejenak untuk meninjau drainase dan taman jalan yang terlihat tidak terawat.

“Bisa bahaya kalau hujan deras karna saluran air tidak terawat, penghijauan tidak terlihat,” kata Nurdin. (Red)

IKSB Kecamatan Lingga Berkurban

LINGGA- Ikatan keluarga Sumatera Barat (IKSB) Kecamatan Lingga ikut berkorban sempena Idul Adha pada tahun ini. IKSB memotong dua ekor sapi. Dan tahun 2017 lalu IKSB juga berkurban dua ekor sapi. Hal ini disampaikan KetuaIKSB Lingga melalui wakil sekretarisnya Bapak Hen, di jalan Kampung Sepinncan Daik Kecamatan lingga, Jumat (24/8/2018).

Pak Hen menuturkan IKSB sudah berdiri sejak beberapa tahun yang lalu dan dipimpin Bapak Yusrizal. Kini mempunyai anggota seratus lebih. “Kita berharap agar semua yang berasal dari Sumatera Barat dapat bergabung biar organisasi ini semakin besar,” katanya.

Salah satu anggota IKSB Pak Sabar menuturkan sangat senang dengan terbentuknya organisasi ini. Selain dapat mengeratkan hubungan silaturahmi juga dapat memacu semangat untuk ikut berkorban. “Seperti apa yang kita lakukan hari ini,” katanya.

Dia juga mengajak semua anggota agar selalu menjaga komunikasi agar persaudaraan semakin terjaga. “Contonya kalau ada yang ditimpa musibah atau sakit, segera hubungi grup kita agar kita dapat saling membantu,” ujarnya. (Man)

Lingga Dulu dan Sekarang

Oleh: Abdul Rahman
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Gerbangkepri.com

LINGGA dulu adalah sebuah kecamatan yang gelap gulita. Tidak punya apa-apa. Di sepanjang jalan hanya pohon-pohon sagu yang kita lihat dimana-mana. Tapi sekarang Lingga sudah menjadi sebuah Kabupaten yang sudah diperhitungkan di dunia nasional maupun internasional.

Pada tahun 2017 Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pernah turun ke Lingga untuk melihat langsung seperti apa kabupaten ini. Kedatangan Wakil Presiden membawa angin segar bagi masyarakat Lingga. Ternyata sekarang Lingga menjadi sorotan mata pemerintah pusat maupun dunia.

Kemajuan di bidang infrastruktur Kabupaten ini juga tergolong cepat. Sejak dipimpin Bupati Daria dua periode, perubahan di Lingga langsung nampak. Kawasan-kawasan yang tadinya berupa padang ilalang telah ditata. Sekolah, rumah sakit, dan ruang publik lainnya dibangun.

Kawasan destinasi wisata dipoles. Promosi gencar hingga seluruh dunia. Jajaran gedung-gedung perkantoran kini menghias pusat ibu kota Lingga. Jalan dan jembatan penghubung dalam daerah juga telah dibangun. Pelabuhan, pelantar, taman kota dan ruang terbuka hijau juga telah tersedia dengan megahnya.

Kini pucuk pimpinan Lingga berganti. Dijabat Alias Wello bersama wakilnya Muhammad Nizar. Pusat-pusat ekonomi baru kini semakin tumbuh subur di Lingga. Disadari atau tidak, Lingga telah menjelma menjadi kota yang jauh berbeda. Maju dan berkembang.

Sektor pertanian Lingga juga kini menjadi perhatian pusat. Adalah Bupati Lingga Alias Wello yang menggenjot sektor tersebut sejak awal menjabat.

Lahan-lahan tidur ia sulap jadi sawah. Tanah-tanah yang tak produktif dijadikan areal perkebunan. Rawa-rawa tak berpenghuni dirombak jadi tambak. Metode pertanian modern diterapkan. SDM dibina.

Hasilnya, panen padi, ikan dan hasil perkebunan dalam beberapa kali uji coba amat memuaskan. Bahkan melebihi target yang ditetapkan.

Diperkirakan dalam waktu tidak lama lagi Lingga jadi lumbung beras Provinsi Kepri. Namun jika melihat keseriusan Pemkab yang terus memperluas areal pertanian, bukan tak mungkin Lingga juga jadi penyuplai beras untuk Republik ini.

Maka, bukan hanya Wakil Presiden saja yang penasaran dengan Lingga. Presiden Joko Widodo bahkan dijadwalkan akan membawa beberapa tamu asing dari beberapa negara besar untuk mengadakan pertemuan di Lingga pada tahun 2018 ini.

Ini sangat luar biasa. Semoga kedatangan Presiden ke Lingga membawa angin segar bagi masyarakat Lingga, maupun Provinsi Kepri secara umum.

Kedatangan Presiden bersama tamu-tamu asing ke Lingga mudah-mudahan membawa manfaat yang besar bagi Kabupaten Lingga, khususnya di bidang pariwisata. Karena Lingga banyak sekali mempunyai tempat-tempat wisata yang masih alami yang bisa di kunjungi wisatawan dari mancanegara.

Seperti Desa Benan, Batu Berdaun di Dabo Singkep, pulau berhala, Pena’ah, tugu khatulistiwa, Desa Batu Berlubang dan masih banyak lagi tempat wisata yang ada di Kabupaten Lingga.

Selain wisata, Lingga juga banyak potensi lain yang bisa diolah investor asing maupun investor lokal. Seperti air terjun yang masih alami yang ada di beberapa tempat di Kabupaten Lingga yang sangat bagus. Contohnya Air Terjun Jelutung yang pernah dikunjungi Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Gubernur memuji kebersihan air terjun tersebut.

Kita berharap kedatangan Presiden ke Lingga bisa memanfaatkan potensi air ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Batam atau ke negara tetangga seperti Singapura. Karena baik Batam atau Singapura masih kekurangan air bersih. Jika dimanfaatkan sebaik-baiknya, mungkin PAD Kabupaten Lingga bisa lebih meningkat.

Kita berharap pemimpin-pemimpin kita yang ada di Kabupaten Lingga lihai mencari peluang dengan kedatangan Presiden RI ini. (*)

Wagub Buka Rakorwasda Tingkat Provinsi

TANJUNGPINANG- Wakil Gubernur Kepri Isdianto membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) tingkat Provinsi di hotel CK Tanjungpinang, Selasa (28/8/2018).

Rakorwaswa diikuti para auditor Pemprov Kepri serta kabupatendan kota. Kegiatan disejalankan pula dengan rapat koordinasi para auditor se-Kepri. Tujuannya mengefektifkan serta meningkatkan koordinasi antar-inspektorat di tingkat Provinsi Kepri dan kabupaten kota.

Selain itu juga dalam rangka pembinaan para auditor agar bekerja lebih profesional, upaya menghindari overlaping hingga perumusan perencanaan program kerja kedepannya (2018-2021).

Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto dalam sambutannya berharap dari Rakorwasda ini akan menghasilkan auditor yang profesional, akuntabel dan mampu merumuskan program kerja yang positif.

“Dalam rangka menciptaan good goverment, maka semua kerja harus terukur, jelas dan bisa dievaluasi serta dipertanggungjawabkan. Terutama dalam bidang pengawasan. Ini adalah motor penggerak tenciptanya tata pelayanan masyarakat yang baik,” kata Isdianto dalam sambutannya.

Dalam menjalankan tugasnya, para pengawas juga membutuhkan dukungan dari semua elemen pemerintahan. Adapun Rakorwasda ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengawasan di daerah.

“Intinya harus ada integritas dan keterpaduan dari seluruh sumber daya auditor yang ada. Dan saya katakan bahwa fungsi pengawasan ini setara dengan fungai perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Pengawasan ini bagian dari sistem pengendalian dan bukan pemeriksaan yang semata-mata mencari kesalahan,” ujar Isdianto lagi.

Melalui pengawasan yang terpadu dan ketat, kedepannya Isdianto berharap pelaksanaan pemerintahan di Pemerintah Provinsi Kepri bisa lebih beraih dan terbebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme.

Dr. Elfin Elyas, M.Si pejabat inspektor wilayah III Dirjen Kemendagri RI yang hadir dan sekaligus menjadi salah satu narasumber dalam Rakorwasda ini menngingatkan agar para pengawas daerah tetap objektif dan menjaga independensinya. Disamping itu juga perlu selalu berkoordinasi agar tidak selalu merasa benar sendiri.

Hadir pada kesempatan ini inspektorat Kepri Mirza serta narasumber lainnya dari BPKP Kepri. (Hum)