Selasa, Mei 26, 2026
BerandaKepulauan RiauKarimunAntisipasi Dampak Pasang Rob, Ini yang Dilakukan BASARNAS Karimun

Antisipasi Dampak Pasang Rob, Ini yang Dilakukan BASARNAS Karimun

Karimun, GK.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Tanjung Balai Karimun terus meningkatkan koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi dampak pasang rob di wilayah pesisir Kabupaten Karimun.

Nugraha Ade Chandra, Koordinator Pos SAR Karimun menyampaikan, hingga saat ini, pemantauan cuaca dan pasang surut air laut mengacu pada informasi yang diterima dari BMKG.

“Alat pendeteksi berada di BMKG, dan kami di Karimun mendapatkan informasi resmi dari sana. Kami juga rutin berkoordinasi dengan pihak BMKG, serta melakukan komunikasi langsung dengan para nelayan agar selalu menggunakan life jacket saat melaut demi keselamatan,” tegas Nugraha Ade Chandra.

Terkait kondisi pasang rob saat ini, Basarnas menyebutkan belum tergolong ekstrem. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD, warga di wilayah terdampak memilih tidak dievakuasi karena sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Selain itu, air pasang rob diperkirakan hanya berlangsung singkat, sekitar satu hingga dua jam sebelum kembali surut, dengan rata-rata ketinggian air sekitar setengah meter.

“Warga tetap memilih bertahan di rumah karena ketinggian air masih tergolong rendah, dan belum membahayakan,” jelasnya di Ruang Kerja, Rabu (10/12/2025).

Dalam upaya kesiapsiagaan, Basarnas Karimun rutin menjalin koordinasi dengan TNI, Polri, BMKG, serta BPBD untuk menyampaikan informasi potensi pasang rob kepada masyarakat. Apabila terjadi kondisi darurat dan warga membutuhkan evakuasi, Basarnas memastikan seluruh instansi telah siap turun ke lapangan secara terkoordinasi.

Basarnas juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosialisasi bersama Pemerintah Daerah melalu pihak Kecamatan dan Kelurahan wilayah pesisir. Sosialisasi difokuskan pada edukasi kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi kenaikan air laut, terutama jika pasang rob bertepatan dengan hujan deras yang dapat meningkatkan debit dan ketinggian air.

“Kami mengimbau warga untuk segera keluar dari rumah dan mencari tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk, karena situasi pasang tidak selalu dapat diprediksi,” pesannya pada pukul 15.20 WIB.

Untuk peralatan dan fasilitas, saat ini Pos SAR Tanjung Balai Karimun masih menggunakan perlengkapan yang tersedia. Jika dibutuhkan tambahan peralatan, pihaknya berkoordinasi langsung dengan Kantor SAR Tanjungpinang.

“Wilayah pesisir menjadi area paling rentan terdampak pasang rob. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, terutama saat terjadi kombinasi pasang laut tinggi dan hujan lebat. Jangan hanya bertahan di lokasi terdampak. Jika situasi memburuk, segera cari tempat yang lebih aman di wilayah yang lebih tinggi”. imbau Nugraha Ade Chandra. (DS)

Berita Terkait

Berita Populer