Senin, Mei 25, 2026
BerandaKepulauan RiauMaulid Nabi di Masjid Zulfirdaus Jadi Momentum Menghidupkan Cahaya Islam

Maulid Nabi di Masjid Zulfirdaus Jadi Momentum Menghidupkan Cahaya Islam

Tanjungpinang, GK.com – Pada Sabtu (6/9/2025) sekitar pukul 08.00 WIB, Masjid Zulfirdaus yang berlokasi di Komplek Bintan Center Km 9 menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Meneladani Semangat Dakwah Rasulullah dan Menghidupkan Cahaya Islam di Tengah Umat”. Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang kelahiran Nabi Muhammad SWT, tetapi juga sebagai momentum untuk menghidupkan kembali semangat dakwah beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Acara tersebut menghadirkan Ustadz Irwandi Al Bustomi, Lc, Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Batam sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, Ustadz Irwandi menegaskan bahwa dakwah Rasulullah SAW bukan sekadar menyampaikan ajaran, tetapi juga menghadirkan cahaya Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

“Semangat dakwah beliau harus kita teladani dalam membimbing umat menuju akhlak yang mulia,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya meneladani dakwah Rasulullah di era modern.

“Setiap muslim bisa berdakwah sesuai kemampuan, baik melalui lisan, tulisan, maupun perbuatan. Di era digital, menyebarkan kebaikan lewat media sosial juga bagian dari dakwah. Yang terpenting adalah keikhlasan dan keteladanan nyata,” ucapnya.

Di momen itu, pesan khusus turut disampaikan kepada generasi muda agar lebih aktif dalam menjaga syiar Islam.

“Pemuda adalah garda terdepan dalam menjaga cahaya Islam tetap bersinar di tengah tantangan zaman. Hidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, panitia pelaksana Rizha Hafiz menjelaskan bahwa tema ini dipilih untuk mengajak umat Islam tidak hanya memperingati Maulid Nabi secara seremonial, tetapi juga menghidupkan kembali semangat dakwah Rasulullah yang penuh kesabaran, kelembutan, dan cinta kasih.

“Semoga peringatan Maulid Nabi di Masjid Zulfirdaus ini dapat memperkuat iman, ukhuwah, serta persatuan umat. Momentum ini adalah kesempatan untuk menyatukan umat dalam cinta kepada Rasulullah. Dari sini kita belajar bahwa persatuan adalah kunci kekuatan, sebagaimana Rasulullah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar di Madinah”. tutup Rizha Hafiz. (KF)

Berita Terkait

Berita Populer