Bintan, GK.com — Jadwal keberangkatan kapal RoRo rute Tanjung Uban–Telagap Punggur dan sebaliknya resmi berubah. Kini, kapal pertama berangkat lebih pagi, yakni Pukul 06.00 WIB. Hal ini dikarekan menyesuaikan kebutuhan para pengguna jasa, terutama pengangkut sembako dan pekerja yang memulai aktivitas sejak dini hari.
Perubahan jadwal ini mulai diterapkan sejak Minggu (5/10/2025), sesuai dengan instruksi yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau.
Sukma Nugraha, Supervisi Pelabuhan Tanjung Uban, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa (8/10/2025) pukul 16.00 WIB menjelaskan bahwa pihak pelabuhan hanya menjalankan jadwal yang telah ditetapkan oleh BPTD.
“Masalah penjadwalan diatur langsung oleh BPTD. Kami di Uban hanya mengikuti jadwal sesuai instruksi yang keluar dari Kementerian. Jadwal baru ini sudah berjalan sejak hari Minggu kemarin,” ungkap Sukma.
Menurutnya, perubahan waktu keberangkatan tersebut merupakan tanggapan atas permintaan pengguna jasa, terutama pengangkut sembako dan pekerja harian yang memerlukan perjalanan lebih pagi. Pihak Kementerian menindaklanjuti aspirasi itu dengan menambah operator kapal, serta mempercepat waktu operasional.
Untuk memastikan jadwal berjalan lancar, BPTD dan operator pelabuhan ASDP turut melakukan pengawasan ketat. Kapal yang terlambat beroperasi akan dikenakan sanksi dan diminta mempercepat proses bongkar muat. Bila terjadi lonjakan penumpang, terutama pada hari besar, rapat koordinasi antara BPTD, Syahbandar, dan operator kapal akan dilakukan guna membuka ekstra trip.
“Tiket online juga sudah diatur per jamnya agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan. Alhamdulillah sistem ini berjalan baik, dan membantu pengguna jasa untuk menyesuaikan waktu keberangkatan,” tambahnya.
Selain itu, Sukma menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan pembangunan Dermaga dua di Pelabuhan Tanjung Uban kepada Pemerintah Pusat agar operasional kapal lebih efisien di masa mendatang.
“Kami berharap rencana Dermaga dua ini bisa segera terealisasi, agar pelayanan semakin lancar,” harapnya.
Di sisi lain, jika terjadi cuaca ekstrem, pihak pelabuhan akan menghentikan operasi sesuai instruksi dari pusat dan Kesyahbandaran. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang dan kru kapal.
“Lebih baik menghentikan pelayaran sementara, daripada membahayakan nyawa. Keselamatan adalah yang utama,” tegas Sukma.
Ia menutup dengan rasa syukur karena aspirasi masyarakat yang sempat disuarakan di Media Sosial kini sudah terwujud.
“Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan menambah kapal dan memajukan jadwal operasional. Semoga masyarakat Batam dan Tanjungpinang semakin terbantu, dan kami mengimbau semua pihak untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam pelayaran,” pungkasnya. (KF)

