Beranda Hukrim 20 Orang Penambang Pasir Ilegal Diamankan

20 Orang Penambang Pasir Ilegal Diamankan

84
0

Batam, GK.com – Ditreskrimsus Polda Kepri Kembali berhasil mengungkap kasus penambangan pasir ilegal di Daerah simpang 3 depan Perumahan Symphoni Land, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam. Dari pengungkapan tersebut, telah berhasil diamankan sebanyak 20 orang, 11 unit Mobil Lori dan 4 unit Escavator oleh Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri, Jumat (6/3) malam.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S, S.IK., M.Si. didampingi Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Hanny Hidayat S.IK, M.H mengatakan,laporan didapat berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, tentang adanya aktifitas penambangan ilegal yang sangat meresahkan masyarakat, sehingga Tim Respon Cepat (TRC) Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri langsung menuju ke lokasi pada pukul 20.15 Wib.

Barang Bukti yang diamankan

 

Saat TRC Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri mendatangi lokasi pertambangan yang meresahkan masyarakat tersebut, ditemukan adanya kegiatan penambangan tanah urug yang akan dicuci menjadi pasir dan mengamankan 20 orang yang diduga Pelaku sedang melakukan proses penambangan ilegal dimaksud. Dari 20 orang yang diamankan itu, 4 orang bertindak sebagai Operator Alat Berat (Escavator), 4 orang bertindak sebagai Pencatat (Ceker) dan 11 orang bertindak sebagai Supir Truck, sedangkan 1 orang lagi bertindak sebagai Penjual di sebuah Kantin.

Selain menangkap para Pelaku, TRC juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 11 unit mobil lori, 4 unit escavator dan 4 buku rekapan hasil penjualan tambang.

Hasil pemeriksaan dan interogasi, pemilik kegiatan penambangan tanah urug/pasir tersebut berinisial A dan T yang kini masih dalam pencarian, lokasi penambangan merupakan lokasi pengurugan tanah yang tidak memiliki dokumen perizinan.

Sampai dengan saat ini, tim terus mengejar dan mengembangkan para pemilik usaha penambangan ilegal tersebut, sementara untuk pasal yang dilangar dalam ungkap kasus tersebut adalah Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara. Untuk hukuman dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,- dan/atau Pasal 109 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3tahun dengan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,- dan paling banyak Rp 3.000.000.000,-.

“Tidak disarankan kepada masyarakat untuk berusaha dan berupaya seperti penambangan tanpa dilengkapi dengan izin dan dokumen yang sah, apalagi jika berakibat rusaknya lingkungan seperti tanah longsor, banjir, susah mendapatkan air bersih, bencana alam lainya yang dapat membahayakan masyarakat di lingkungan sekitar”. tutup Kabid Humas Polda Kepri. (Red/Hms).

Editor : Milla