Batam, GK.com – Rencana pembangunan AI Data Center berkapasitas 360 MW oleh Firmus Technologies di Batam menjadi salah satu investasi strategis yang diproyeksikan dapat memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia Tenggara. Besarnya kebutuhan energi listrik untuk mendukung operasional pusat data tersebut pun memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan PLN Batam dalam menyediakan pasokan listrik yang andal tanpa mengganggu kebutuhan pelanggan yang telah ada.
Menanggapi hal itu, Humas PLN Batam Muhammad Furqon menegaskan, PLN Batam telah mengantisipasi kebutuhan listrik proyek tersebut melalui perencanaan pengembangan sistem kelistrikan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“PLN Batam menyambut baik masuknya investasi AI Data Center di Batam karena dinilai sebagai investasi strategis yang akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital di kawasan. Kebutuhan listrik untuk proyek tersebut telah menjadi bagian dari rencana pengembangan sistem kelistrikan PLN Batam. Pasokan listrik nantinya tidak diberikan sekaligus, melainkan secara bertahap mengikuti perkembangan pembangunan dan kebutuhan operasional pelanggan, sehingga perusahaan memiliki waktu untuk menyiapkan pengembangan infrastruktur secara terencana dan tetap menjaga keandalan pasokan,” papar Furqon melalui pesan Whatsapp, Senin (07/07/2026), Pukul 14.33 WIB.
Dikatakannya, PLN Batam terus melakukan pengembangan sistem kelistrikan, seiring meningkatnya kebutuhan listrik di Batam. Pengembangan tersebut tidak hanya mencakup penambahan kapasitas pembangkit saja, tetapi juga penguatan jaringan transmisi, gardu induk, sistem distribusi, hingga infrastruktur pendukung lainnya. Langkah ini dilakukan karena kebutuhan listrik AI Data Center yang sangat besar, dan bersifat jangka panjang telah menjadi bagian dari rencana pengembangan sistem kelistrikan perusahaan.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa, keandalan pasokan listrik bagi seluruh pelanggan tetap menjadi prioritas utama PLN Batam. Setiap permohonan kebutuhan listrik dalam skala besar selalu melalui kajian teknis yang komprehensif agar tidak memengaruhi keandalan sistem kelistrikan yang sudah ada. Dengan demikian, pengembangan pasokan listrik untuk AI Data Center dapat berjalan beriringan dengan pelayanan yang tetap andal bagi pelanggan rumah tangga, bisnis, maupun industri.
Menurut Furqon, investasi AI Data Center juga menjadi momentum penting bagi transformasi Batam menuju pusat infrastruktur digital dan kecerdasan buatan di Asia Tenggara. Selain mendorong percepatan modernisasi sistem kelistrikan yang semakin andal dan berkelanjutan, investasi tersebut diperkirakan dapat memberikan dampak ekonomi yang luas melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, tumbuhnya industri pendukung, serta meningkatnya daya saing Batam sebagai tujuan investasi teknologi global.
“PLN Batam berkomitmen untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal sebagai fondasi utama pertumbuhan industri digital, sehingga manfaat investasi ini dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan dunia usaha”. tutup Furqon. (DS)
Editor: Milla

