Karimun, GK.com – Transformasi kelembagaan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tuah Karimun resmi memasuki babak baru. Perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Karimun itu kini berubah nama dan bentuk badan hukum menjadi PT Bank Perekonomian Rakyat Tuah Karimun (Perseroda).
Perubahan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian terhadap regulasi nasional, sekaligus langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan perusahaan agar mampu menjawab tantangan industri jasa keuangan yang semakin kompetitif. Meski berstatus baru sebagai Perseroda, manajemen memastikan fungsi utama Bank sebagai lembaga keuangan daerah yang melayani masyarakat dan pelaku usaha tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Direktur Utama Bank Perekonomian Rakyat Tuah Karimun (Perseroda) Siska Naritasari menjelaskan, perubahan tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), serta penyesuaian terhadap ketentuan yang berlaku.
“Perubahan ini dilakukan untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan profesionalisme pengelolaan perusahaan, memperluas peluang pengembangan usaha, serta meningkatkan daya saing BPR dalam memberikan layanan keuangan kepada masyarakat Kabupaten Karimun,” ujarnya melalui pesan whatsapp, Kamis (25/06/2026).
Menurutnya, perubahan status menjadi Perseroda tidak akan mengubah peran utama perusahaan sebagai Bank Daerah yang fokus melayani masyarakat, serta mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Bagi masyarakat, khususnya nasabah dan pelaku UMKM, perubahan ini tidak mengubah fungsi utama Bank. Justru dengan status Perseroda, kami memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang, menghadirkan layanan yang lebih profesional, produk yang lebih inovatif, serta memperluas akses pembiayaan bagi UMKM guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya Pukul 16.56 WIB.
Lebih lanjut, ia menyebut transformasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan perusahaan, serta meningkatkan tata kelola yang lebih baik sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
“Perubahan ini akan memperkuat struktur permodalan, meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta mendorong peningkatan kinerja dan profitabilitas perusahaan. Dengan kinerja yang semakin baik, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen dan manfaat ekonomi lainnya juga diharapkan dapat meningkat secara berkelanjutan,” harap Siska Naritasari.
Dalam menghadapi persaingan industri perbankan dan lembaga keuangan lainnya, Perseroda BPR Tuah Karimun telah menyiapkan sejumlah strategi penguatan usaha, diantaranya dalam peningkatan kualitas pelayanan, penguatan Sumber Daya Manusia, pengembangan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan manajemen risiko dan kepatuhan.
“Kami juga akan memperluas kerja sama dengan Pemerintah Daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Fokus utama tetap pada pembiayaan UMKM dan penghimpunan dana masyarakat secara sehat dan berkelanjutan,” terangnya.
Siska juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak salah memahami perubahan status dari Perumda menjadi Perseroda. Menurutnya, transformasi tersebut hanya menyangkut bentuk kelembagaan dan tidak mengubah kepemilikan perusahaan.
“Yang perlu dipahami masyarakat adalah, bahwa perubahan ini merupakan transformasi kelembagaan, bukan perubahan kepemilikan. PT Bank Perekonomian Rakyat Tuah Karimun (Perseroda) tetap merupakan perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Karimun. Seluruh tabungan, deposito, kredit, perjanjian, hak, dan kewajiban nasabah tetap berlaku dan tidak mengalami perubahan,” tegas Siska Naritasari.
Ia memastikan dana masyarakat tetap aman, dan seluruh layanan perbankan berjalan normal seperti biasa. Bahkan melalui transformasi ini, pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kepercayaan masyarakat.
“Kami ingin menjadikan Bank Perekonomian Rakyat Tuah Karimun sebagai Bank Daerah yang semakin kuat, sehat, profesional, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian Kabupaten Karimun”. tutupnya. (DW)
Editor: Endang

