Batam, GK.com — Penggunaan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memberikan efisiensi transaksi dan kenyamanan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu dirasakan selama ajang Creative Innovative Riau Island Carnival (Cernival) 2025 di Batam, Kepulauan Riau. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri mencatat lonjakan transaksi hingga 164 persen dibandingkan tahun lalu, menandai keberhasilan pendekatan inklusi keuangan berbasis hiburan.
Ketua Pelaksana Cernival BI Kepri, Husni Naparin menuturkan, seluruh area transaksi, mulai dari permainan hingga bazar UMKM menggunakan sistem QRIS selama tiga hari penyelenggaraan acara. Pendekatan ini diyakini meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital, terutama di daerah perbatasan.
”QRIS menjadi solusi agar masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil bisa bertransaksi secara aman dan praktis,” ujar Husni, Senin (28/7/2025).
Data BI Kepri menunjukkan, sebanyak 73.140 transaksi QRIS tercatat dalam dua hari pelaksanaan Cernival naik signifikan dari 27.682 transaksi pada tahun 2023. Artinya, terdapat kenaikan sebesar 164 persen. Di sisi lain, jumlah pengunjung juga meningkat, mencapai 4.700 orang, dengan puncaknya saat Night Run 2025 yang diikuti 1.500 peserta.
Husni menyebut antusiasme publik tidak lepas dari konsep pasar malam yang dihadirkan. Beragam wahana, seperti lempar bola kaleng dan rumah hantu, menjadi magnet hiburan sekaligus sarana edukasi.
“Jam 10 malam kemarin masih ada antrean panjang. Ini jadi bukti bahwa pendekatan yang menyenangkan bisa efektif untuk edukasi digital,” ujarnya.
Menjangkau Pulau-pulau
Selain edukasi di kota, BI Kepri juga berupaya mengakselerasi digitalisasi keuangan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) melalui kolaborasi bersama Pemerintah Daerah dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
“Kami lakukan kolaborasi dengan Pemerintah setempat untuk menyosialisasikan QRIS ke masyarakat pulau,” ungkap Husni.
Salah satu pelaku UMKM, Ernawati, merasakan langsung manfaat QRIS dalam kegiatan jual beli di bazar Cernival. Ia mengaku, kini lebih tenang berjualan, karena tak lagi harus repot menyiapkan uang kembalian dan terhindar dari risiko uang palsu.
“Lebih praktis, karena nggak perlu cari ‘kembalian’, dan sudah pasti aman masuk rekening. Saya pernah menerima uang palsu saat jualan, tapi sekarang lebih tenang pakai QRIS”. ucapnya.
Cernival 2025 menunjukkan bahwa literasi digital bisa dirancang lebih inklusif dan menyenangkan, bahkan di wilayah perbatasan seperti Kepulauan Riau. (hdm)

