Rabu, April 29, 2026
BerandaHukrimBentrok Bersenjata Thailand-Kemboja, ini Data yang Tewas

Bentrok Bersenjata Thailand-Kemboja, ini Data yang Tewas

Istanbul, GK.com — Jumlah korban tewas dalam bentrokan bersenjata yang berlangsung di perbatasan Thailand dan Kamboja bertambah menjadi 35 orang pada Minggu (27/7/2025). Meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah menyerukan gencatan senjata, pertempuran memasuki hari keempat tanpa tanda-tanda mereda.

Data terbaru dari Pemerintah Thailand menunjukkan 22 orang tewas terdiri dari 14 warga sipil dan 8 tentara. Selain itu, sedikitnya 140 orang mengalami luka-luka. Di pihak Kamboja, angka kematian tetap di angka 13 orang. Puluhan ribu warga dari kedua sisi perbatasan telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata menuduh pasukan Thailand terus melanggar wilayah Negaranya dengan menembakkan artileri dan roket ke arah Provinsi Preah Vihear. Di sisi lain, pernyataan resmi dari militer Thailand menuding pasukan Kamboja melakukan serangan lebih dahulu dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur penting.

“Thailand tidak akan menghentikan tembakan kecuali Kamboja bersedia membuka jalur negosiasi,” ujar Richa Suksuvanon, juru bicara militer Thailand, seperti dikutip Thai PBS.

Usulan Gencatan Senjata

Upaya diplomatik untuk menghentikan konflik telah dilakukan. Presiden AS Donald Trump yang berbicara dengan pemimpin kedua Negara pada Sabtu (26/7/2025) menyampaikan bahwa kedua pihak sepakat untuk memulai perundingan damai. Namun, di lapangan, bentrokan tetap terjadi hingga Minggu.

Dalam sebuah perkembangan, Thailand pada Minggu menyerahkan jenazah 12 tentara Kamboja yang gugur dalam bentrokan kepada otoritas Negara tetangga. Serah terima dilakukan di pos perbatasan permanen Chong Sa-ngam, Distrik Phu Sing, Provinsi Si Sa Ket.

“Pelepasan jenazah ini merupakan tindakan kemanusiaan untuk menghormati para prajurit yang gugur tanpa memandang asal Negara”. demikian pernyataan resmi dari militer Thailand.

Sengketa Lama

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja dipicu oleh sengketa perbatasan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, terutama di sekitar kawasan Candi Preah Vihear. Konflik terbaru ini dipicu insiden kematian seorang tentara Kamboja pada 28 Mei lalu.

Sejumlah pengamat menilai ketegangan ini berpotensi menyulut instabilitas kawasan Asia Tenggara jika tidak segera ditangani melalui jalur diplomasi. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Kamboja terkait pemulangan jenazah prajuritnya. (hdm)

Berita Terkait

Berita Populer