Kepri, GK.com – Mengusung tema “Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Melalui Optimalisasi Sumberdaya Konvergensi Lintas Sektor”, Gubernur Kepri Ansar Ahmad membuka langsung Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bangga Kencana Provinsi Kepri.
Pada acara yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (13/04/2022) itu, membahas terkait upaya dalam mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup di lingkungan yang sehat, melalui berbagai kelompok kegiatan masyarakat.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dalam kesempatan itu menuturkan, sebagai program yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kualitas keluarga di Kepri, keluarga sebagai unit masyarakat yang terkecil memegang peranan penting untuk menjadi pijakan awal menuju masyarakat Kepri yang kuat dan sehat.
“Melalui Bangga Kencana ini, kita bersama semua elemen terkait, wajib saling berupaya dalam mewujudkan kualitas keluarga yang pada akhirnya bisa menjamin kualitas SDM di Kepri dengan memiliki keunggulan dan daya saing yang mumpuni,” ucap Ansar.
Dirinya juga berharap kepada BKKBN, melalui Bangga Kencana bisa terus memaksimalkan upaya penurunan stunting di Kepri.
“Saat ini angka stunting di Kepri ada di 17,6 persen yang membuat Kepri berada di empat Provinsi terbawah secara Nasional. Sementara angka stunting secara Nasional masih ada di angka 24,4 persen,” jelasnya.
“Target dari Bapak Presiden di tahun 2024, stunting harus turun ke 14 persen, maka dari itu kita harus kerja keras agar apa yang sudah di targetkan bisa tercapai,” tegas Ansar.
Pada saat itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga sempat menyinggung perihal bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia di tahun 2045. Menurutnya, kesempatan itu harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan pengembangan SDM yang didasarkan pada studi komprehensif, sehingga bisa sesuai dengan roadmap Indonesia Emas di Tahun 2045.
“Jangan sampai bonus demografi malah menjadi bencana demografi, kita tidak boleh lengah”. tutup Ansar. (Red/Ist).
Editor : Milla

