Jumat, Februari 13, 2026
BerandaKepulauan RiauAnambasRI-Singapura Sepakati Ekspor Energi Bersih Dan Bangun Kawasan Industri di Kepri

RI-Singapura Sepakati Ekspor Energi Bersih Dan Bangun Kawasan Industri di Kepri

Jakarta, GK.com — Pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati kerja sama strategis di sektor energi yang mencakup ekspor energi terbarukan dari Indonesia ke Singapura serta pembangunan kawasan industri berbasis energi bersih di wilayah Kepulauan Riau.

Kesepakatan ini diumumkan usai pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Parliament House, Singapura, Senin (16/6/2025). Nota kesepahaman (MoU) kerja sama tersebut sebelumnya telah ditandatangani pada Jumat (14/6/2025) di Jakarta.

“Apa yang kita lakukan hari ini merupakan rangkaian panjang dari komunikasi dan negosiasi kedua Negara untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam keterangan di Singapura yang disampaikan Tim Media Presiden di Jakarta.

Bahlil menjelaskan, sejak awal Pemerintah Singapura menyampaikan minat untuk menerima pasokan energi bersih serta bekerja sama dalam pengelolaan Carbon Capture and Storage (CCS). Namun, sesuai arahan Presiden Prabowo, Indonesia menekankan pentingnya timbal balik.

“Kerja sama ini tidak hanya ekspor energi. Kita juga mendorong Singapura untuk turut serta membangun kawasan industri hilirisasi energi bersih. Ini agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh Indonesia,” katanya.

Pemerintah menargetkan pembangunan kawasan industri dilakukan di wilayah Karimun, Batam, dan Bintan (KKB) Kepulauan Riau, kawasan yang secara geografis dekat dengan Singapura. Nilai investasi awal proyek diperkirakan mencapai 10 miliar dollar AS, belum termasuk nilai tambahan dari pembangunan kawasan industri pendukung.

Kementerian Investasi juga menyebut sejumlah calon investor telah disiapkan, dan legalitas proyek telah ditinjau oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Pemerintah juga akan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyiapkan infrastruktur dasar termasuk permukiman bagi tenaga kerja di kawasan tersebut.

“Mulai hari ini, tim task force sudah mulai bekerja. Ekspor energi terbarukan akan kita mulai, tapi dengan prasyarat pembangunan kawasan industri. Ini bentuk kerja sama yang win-win”. tutup Bahlil.

Informasi teknis mengenai skema investasi lanjutan dan pelaksanaan proyek akan diumumkan oleh pengelola proyek, yakni Danantara. (hdm)

Berita Terkait

Berita Populer