Kamis, April 23, 2026
BerandaKepulauan RiauBintanSTAIN Kepri Kaji Ulang Kurikulum PBA untuk Implementasi OBE dan MBKM

STAIN Kepri Kaji Ulang Kurikulum PBA untuk Implementasi OBE dan MBKM

Bintan, GK. Com – Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Kegiatan Review Kurikulum Berbasis OBE (Outcome-Based Education) dan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau berlangsung secara daring pada Selasa, 30 Juli 2024.


Kegiatan ini menghadirkan Singgih Puswardono, M.A., Ph.D, Ketua Program Studi PBA UNNES, sebagai narasumber utama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi kurikulum bagi Perkumpulan Prodi Pendidikan Bahasa Arab Se-Indonesia.


Acara yang digelar di ruang Balai Titah, Kampus STAIN Sultan Abdurrahman, Kepulauan Riau ini dibuka dengan sambutan dari Sri Zulfida, M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAIN Kepri.


Dalam sambutannya, Sri Zulfida menyoroti urgensi kegiatan ini mengingat kurikulum PBA saat ini mengalami kelebihan beban SKS, mencapai 146 SKS, melebihi batas maksimal 144 SKS untuk program studi S1.


Kelebihan SKS ini juga mencakup mata kuliah pilihan yang mencapai 150 SKS.
Oleh karena itu, penyesuaian kurikulum menjadi sangat penting agar sesuai dengan standar OBE dan MBKM.


Outcome-Based Education (OBE) adalah pendekatan pendidikan yang berfokus pada hasil pembelajaran yang diharapkan, sementara Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah kebijakan yang memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi dan kampus asal.


Dr. M. Taufiq, M.S.I., Wakil Ketua I STAIN Kepri, dalam sambutannya juga menyampaikan beberapa rencana terkait program MBKM di Prodi PBA. Beliau menyarankan agar 20 SKS dialokasikan pada semester 4 untuk program MBKM sebagai langkah awal implementasi kurikulum yang lebih terstruktur.


Selain itu, beliau menekankan pentingnya menentukan visi keilmuan Prodi PBA dalam penyusunan program MBKM semester 4. Dr. Taufiq juga berharap agar semester 1 dan 2 dibatasi maksimal 20 SKS sehingga total SKS yang ditempuh selama 3 semester untuk program MBKM tetap terjaga.


Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa stakeholder penting, antara lain:

Annisa Musyarofah, M.Pd, Founder Al Fajr Arabic Learning Center

Eko Iskarisma, S.Pd, Pengasuh Pondok Pesantren Adzkiya Kepri

Raja Rahmawati, Perwakilan Kantor Bahasa Kepri


Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan masukan berharga dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kurikulum PBA.


Dengan adanya kegiatan review kurikulum ini, diharapkan Prodi PBA STAIN Kepri dapat menghasilkan kurikulum yang lebih efisien, sesuai dengan standar OBE dan MBKM, serta mampu menjawab kebutuhan pendidikan bahasa Arab di era modern. (*)

Berita Terkait

Berita Populer