Tanjungpinang, GK.com – Jerit dan tangis histeris terdengar saat robohnya Pasar KUD yang terletak di Pasar lama, Sabtu (05/03/2022) pagi roboh.
Sebelum kejadian maha dasyat ini terjadi, pada Minggu (20/02/2022) lalu, kejadian serupa juga pernah terjadi, bak seolah sebagai pertanda awal bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk segera bersiap-siap dalam memperbaiki bangunan tersebut, mengingat lokasi bangunan yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kota Tanjungpinang itu terutama buat kaum ibu-ibu yang kerap rame berkunjung setiap harinya untuk melakukan jual beli lauk pauk.
Seharusnya Pemerintah Kota Tanjungpinang jelih dengan kejadian yang sudah terjadi, sehingga roboh nya pasar KUD tidak terulang kembali.
Untuk diketahui, pasar KUD ini merupakan pasar terlama di Kota Tanjungpinang, dan juga robohnya diduga akibat termakan usia, namun kurangnya perhatian hingga perawatan yang selayaknya didapat.
Menangapi kejadian ini, tokoh Pemuda Kepri, Ronny mengatakan, “Seharusnya sejak peristiwa robohnya pasar pertama mestinya upaya preventif yang ketat sudah dilaksanakan, bukan melalui sekedar himbauan lewat spanduk saja,” ucapnya.
“Kemudian upaya riset terhadap bangunan pasar juga semestinya segera dilakukan, walapun tidak serta merta merenovasi infrastruktur, tetapi paling tidak rakyat diberikan informasi yang faktual tentang kondisi bangunan yang tidak layak untuk digunakan,” katanya.
“Kemudian, Pemerintah sebagai pengambil keputusan dan kebijakan dapat memindahkan lokasi sementara aktivitas dagang ke tempat yang lebih aman dan tetap terlebih dahulu melalui kajian kelayakan,” tambahnya.
“Pada prinsipnya segala sesuatu terkait harkat hidup rakyat adalah tanggungjawab Pemerintah. Untuk itulah rakyat memilih. Baru Kampung Kite Bise Maju..!”. tutup Ronny. (Red).
Editor : Milla

