Tanjungpinang, GK.com – Banjir merupakan suatu persoalan serius yang harus diatasi oleh setiap Pemerintah Daerah. Karena begitu banyak dampak buruk yang akan ditimbulkan dari terjadinya banjir, mulai dari masyarakat bisa kehilangan harta benda akibat terendamnya barang-barang oleh genangan air, mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum, bahkan terkadang banjir juga bisa merengkut nyawa manusia, hingga membuat lumpuh suatu Daerah.
Tanjungpinang merupakan Daerah yang ada di Kepulauan Riau yang letaknya persis di Ibu Kota Provinsi Kepri. Mirisnya lagi, beberapa tahun ini Kota Tanjungpinang juga sempat menjadi sorotan karena merupakan salah satu Daerah yang ada di Kepri yang kerab menjadi langganan banjir. Bahkan diawal tahun 2021 lalu, beberapa ruas jalan di Kota ini sempat mengalami kelumpuhan hebat akibat diterjang oleh banjir. Salah satu penyebab terjadinya banjir tentunya penyaluran air yang kurang baik.
Dalam mengantisipasi terjadinya banjir di musim hujan saat sekarang ini, agar kejadian banjir tidak terulang lagi seperti diawal tahun 2021 lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) telah menormalisasikan titik-titik yang dianggap rawan akan terjadinya genangan air.
Dikatakan Kabid SDA, Salman, “Berdasarkan pasca banjir di awal tahun kemaren, untuk diketahui ada sekitar 35 titik lokasi yang dianggap rawan banjir. Untuk lokasi terparah itu ada diarea batu 9, Jembatan Buaya, Bangun Sari, dan beberapa titik lainnya,” terangnya, Kamis (04/11/2021) pukul 13.00 Wib.
Dijelaskan olehnya, “Genangan air tersebut disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi dan dimensi saluran yang tidak dapat menampung, lalu ditambah pasang tingginya air laut, sehingga terjadilah benturan aliran air di masing-masing lokasi,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi agar peristiwa itu tidak terjadi lagi, pihaknya sudah melakukan normalisasi aliran air sedari pertengahan tahun 2020 lalu hingga tahun 2021.
“Dan terkait hal ini juga dibantu oleh PUPR Provinsi dan Balai Wilayah Sungai (BWS) yang berperan penting dalam mengatasi masalah ini,” tambahnya.
“Kami juga sangat berterimakasih kepada PUPR Provinsi dan BWS yang telah membantu menormalisasi saluran air di beberapa titik yang berpotensi terjadinya banjir dari Hulu dan Hilir di Kota Tanjungpinang ini,” ucap salman.
Selanjutnya, untuk beberapa titik yang belum di normalisasi oleh PUPR Kota Tanjungpinang, pihaknya mengaku kesulitan dalam mengakses ke tempat tersebut dikarenakan padatnya permukiman warga yang ada di lokasi itu.
“Kami kesulitan untuk mengakses alat-alat ke tempat tersebut. Namun kami berupaya lakukan sebisa mungkin untuk melebarkan lagi saluran air yang ada, walaupun dengan cara manual. Mudah-mudahan kedepannya akan ada solusi agar kami bisa bekerja secara maksimal,” harapnya.
Pada kesempatan itu, tak lupa Salman juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air yang ada di permukiman, maupun saluran drainase yang ada dipinggir-pinggir Jalan Kota Tanjungpinang.
“Untuk masyarakat, tolonglah agar dapat membuang sampah pada tempatnya, karena masalah banjir ini adalah PR kita bersama. Jika sampah menumpuk di saluran air, maka tentunya akan menghambat jalur aliran air, sehingga inilah yang akan menyebabkan genangan air terjadi. Maka dari itu, mari bersama-sama kita jaga Kota Tanjungpinang ini agar menjadi lebih baik lagi kedepannya”. tutupnya. (AZ).
Editor : Dina

