Beranda Kepulauan Riau Batam Ricuh Pembongkaran Makam Kramat, Wakil Ketua II DPRD Tegaskan Kepada PT. GIB...

Ricuh Pembongkaran Makam Kramat, Wakil Ketua II DPRD Tegaskan Kepada PT. GIB Agar Menghentikan Kegiatan di Sekitar

639
0

Batam, GK.com – Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Ruslan Ali Wasim memimpin langsung Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait Pembongkaran Makam Tua Kramat Keturunan Sultan Murham yang dilaksanakan di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Kota Batam, Rabu (17/2) siang.

Permasalahan ini dipicu akibat pihak PT. Goodworth Investment Batam yang membongkar secara paksa Makam Tua tersebut menggunakan alat berat tanpa diketahui oleh pihak keluarga.

Untuk diketahui, sebelumnya sudah pernah ada Perusahaan lain yang menempati lokasi tersebut, namun tidak pernah dari Perusahaan yang sudah menempati lahan itu merusaknya.

Koordinator dari Himpunan Melayu Raya (HI-MELAYA) Kota Batam, Hazarin Firda atau yang lebih akrab disapa Alin mengatakan, pertemuan hari ini dilakukan dengan tujuan menemukan titik terang terkait pembongkaran Makam Tua Kramat yang dilakukan oleh pihak PT. Goodworth Investment Batam pada 10 Febuari lalu.

“Kami ingin kebenaran yang sesungguhnya diungkapkan, hari ini harus menemui titik terang, kami disini tidak ingin memperjuangkan sesuatu yang tanpa dasar, tanpa kami melakukan pembuktian atau mengumpulkan fakta yang ada,” ujar Alin.

“Mungkinkah Orang Tua kita di depan sini berbohong dan mengarang cerita bahwa disitu memang ada makam leluhur mereka?, biar saya memberi tahu kepada Bapak bahwa, dulunya disana memang ada sebuah Kampung yang bernama Tanjung Batu, mereka semua lahir disana, Bapak bisa cek di KTP mereka,” jepasnya.

Pihak dari Ahli Waris, Fatimah juga membenarkan bahwa mereka memang lahir di Daerah tersebut.

“Itu benar, saya asli dari Tanjung Batu, Sekupang Tanjung Riau, dan itu adalah makam leluhur kami, makam Tok Bujang Sulung, keturunan dari Sultan Murham, makam itu sudah ada sejak ratusan tahun lalu,” tegasnya.

Namun, pihak dari PT. Goodworth Investment Batam, Muga menjelaskan bahwa makam tersebut sudah di pindahkan sejak 2018 lalu.

“Makam tersebut sudah kami pindahkan sejak tahun 2018 lalu, kami juga memberikan kavling kepada warga sekitar,” jelasnya.

Hal itupun langsung ditepis oleh pihak Ahli Waris, bahkan sempat terjadi kericuhan antara anggota HI-MELAYA dengan PT. Goodworth Investment Batam.

“Itu bohong, makam yang dipindahkan adalah makam yang berada dibawah bukit, makam itu tidak pernah dipindahkan, kami juga tidak pernah mendapatkan sepersenpun dari pihak Perusahaan,” tegas kembali salah satu Ahli Waris.

“Bapak sudah tua, sudah mau mati tapi tetap saja berbohong, kami mengutuk keras perbuatan kalian”. ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata menyampaikan bahwa mereka akan segera membuat Tim Ahli Cagar Budaya (ACG) untuk mendata Makam Kramat tersebut.

Wakil Ketua II DPR Kota Batam, Ruslan Ali Wasim pun mengatakan bahwa mereka siap menganggarkan dana kepada Disbudpar demi melestarikan Makam Kramat tersebut, serta meminta kepada PT. Goodworth Investment Batam agar menghentikan kegiatan di sekitar Makam Kramat tersebut.

Koordinator dari HI-MELAYA beserta Organisasi Masyarakat Kota Batam akan membangun kembali Makam tersebut terlepas dari diizinkan atau tidaknya dari pihak Perusahaan. (RE).

Editor : Febri