Beranda Kepulauan Riau Karimun Pengerjaan Kota Baru Karimun Gold Coast Sudah Mencapai 30%

Pengerjaan Kota Baru Karimun Gold Coast Sudah Mencapai 30%

108
0

Karimun, GK.com – Dalam perkembangan tahap lanjutan pengerjaan proyek kawasan terpadu Kota Baru Karimun Gold Coast yang secara kumulatif pengerjaannya sudah mencapai 30%, kini telah memasuki pada tahap pembangunan Pancang Jety pelabuhan Fery Terminal Domestik dan Internasional.

Project Manager Karimun Gold Coast, Y. Onnief Silalahi, pada (8/8) siang mengatakan, dalam pembangunan sejauh ini sudah mencapai 50% dan ditargetkan akan selesai di awal tahun 2021, kemudian diikuti pembangunan Pelabuhan Fery Terminal pada tanggal 18 Agustus 2020 mendatang.

“Dari pusat Central, posisi Jety berada di sisi Utara, akan dibangun dua Jety dulu, kemudian rencana kedepannya akan di bangun yang ketiga untuk kapal besar,” jelasnya.

Onnief Silalahi menuturkan, Pasar Tradisional yang nantinya diisi dengan masyarakat lokal ini proses pemancangannya sudah selesai. Dan tahun depan akan memasuki tahap pembangunan infrastuktur, kemudian disusul lagi dengan pembangunan Rumah Toko (Ruko), yang mana Ruko tersebut terdiri dari 5 Blok, dan di setiap blok terdapat 8 unit yang berisikan ruko dua lantai dan tiga lantai.

“Untuk pembangunan Ruko akan kita fokuskan centralnya yang dekat dengan Fery Terminal dan Mall, kemudian dalam pembangunan infrastruktur Karimun Gold Coast ini mengutamakan konsep yang bernuansa Melayu, seperti yang ada di gate utama yang bentuknya mirip Tanjak Melayu,” lanjutnya.

Setelah selesai pembangunan Pasar dan Ruko, akan dilanjutkan tahap pemancangan Mall di belakang Fery Terminal, yang mana Fery terminal dan Mall akan menyatu, pemancanganya akan dimulai di tahun 2021, namun pembangunannya akan dimulai pada tahun 2022.

Sesuai Arahan Bupati Karimun Aunur Rafiq, Onnief Silalahi menyampaikan bahwa, untuk pengerjaannya menggunakan Tenaga Kerja masyarakat setempat, termasuk tenaga finishing. Namun, untuk penggunaan alat rata-rata yang tidak ada di Karimun akan didatangkan dari luar daerah dan untuk tanaman juga di ambil dari dearah Karimun.

“Selama masa pandemi Covid-19 aktifitas kami tetap berjalan dengan mengikuti protokol kesehatan dan SOP yang ada, tetap menggunakan masker, disediakan tempat cuci tangan, serta jam kerja yang dikurangi”. tutupnya. (RC).

Editor : Febri