Beranda Kepulauan Riau Karimun Nelayan Sungai Pasir Kecam Aktivitas Reklamasi Alur Sungai PT CCC Dan ...

Nelayan Sungai Pasir Kecam Aktivitas Reklamasi Alur Sungai PT CCC Dan PT. GRM

187
0

Karimun, GK.com – Nelayan dan Warga di wilayah Kelurahan Sungai Pasir keluhkan adanya aktifitas reklamasi oleh PT Cina Comunication Contrucion dan PT. Grace Rich Marine (GRM).

Aktifitas kapal penghisap pasir laut terindikasi adanya pembiaran dan tutup mata oleh Pemerintah Kabupaten Karimun, hingga mendekati bibir pantai dengan jarak lebih kurang 100 sampai 200 meter dengan tidak adanya dilakukan pengawasan oleh intansi terkait sampai saat ini, terlihat aktivitas tersebut masih tetap berlangsung tidak jauh dari pemungkiman warga.

Lurah Sungai Pasir, Aidil Syawal, S.IP saat di temui oleh Media ini di Ruang Kerjanya, Selasa (23/06) sekitar pukul 14.00 Wib mengatakan, “Ketika mendapati laporan mengenai kapal penghisap pasir laut milik PT. GRM yang semakin mendekati pemukiman warga tersebut, saya langsung turun untuk mendapati kepastian terkait informasi yang saya terima,” katanya.

“Setelah saya menyaksikan sendiri pada hari Sabtu (20/06) pagi, memang benar kapal penghisap itu beroperasi di wilayah Kelurahan Sungai Pasir, bukan di wilayah Sungai Raya,” tegas Aidil Syawal.

Dedi Andriandi

“Bahkan sampai saat ini, pihak Kelurahan Sungai Pasir pun belum pernah dikunjungi maupun diundang oleh Manager yang mengelola PT tersebut untuk melakukan pembahasan wilayah operasional kapal penghisap tersebut,” tambahnya.

“Untuk menyelesaikan persoalan ini, saya meminta kepada Asosiasi maupun Himpunan para Nelayan di wilayah Sungai Pasir agar dapat segera membuat Surat Pernyataan keberatan terkait aktifitas kapal penghisap tersebut, kemudian membuat tembusan kepada Kelurahan Sungai Pasir dan Polsek Meral,” tegas Aidil kembali.

Menurut Aidil, penyelesaian persoalan tersebut haruslah ditempuh dengan jalur prosedur administrasi sesuai dengan aturan yang berlaku, karena pihak yang dirugikan saat ini adalah para Nelayan. Sementara yang dihadapi adalah Perusahaan yang mempunyai legalitas di mata Pemerintah melalui peresmian yang dilakukan oleh Bupati Karimun pada Desember lalu.

Baca juga :



“Surat itu nantinya akan diberikan kepada pihak PT. GRM untuk mencari titik solusinya dalam menyelesaikan persoalan di kedua belah pihak. Jika dalam waktu 2 hari tidak digubris oleh mereka, silahkan laporkan kepada pihak Kelurahan dan Polsek Meral untuk melakukan pengawalan untuk bermusyawarah bersama-sama ke pimpinan PT tersebut, karena masalah para Nelayan ini bukanlah hal yang sepele,” ucap Aidil.

Padahal hingga saat ini belum adanya kesepakatan beroperasi kapal tersebut di wilayah Kelurahan Sungai Pasir.

“Dikhawatirkan justru, apabila hal ini masih tetap terus berlangsung dan dilakukan pembiaran oleh instansi terkait, justru akan mengakibatkan Pelabuhan sandar kapal Nelayan (Rumah Elong) akibat erosi akan runtuh, yang mana nantinya justru hal ini dapat merugikan para Nelayan sekitar, serta membuat para nelayan kesulitan untuk mencari ikan dengan terhalangnya oleh kapal penghisap tersebut,” ucap salah satu Nelayan kepada Awak Media ini yang enggan disebutkan namanya.

Diduga anak Wakil Bupati Karimun yang disebut-sebut warga sebagai salah satu yang memegang proyek kapal penghisap pasir laut milik PT. Grace Rich Marine (GRM).

Kepada Media ini, Dedi Andriandi saat ditemui ditempat yang berbeda, membantah keras dan menyatakan dirinya hanya sebagai Koordinator Jasa Pengangkutan di PT. Grace Rich Marine (GRM) saja.

“Wilayah kerja saya berada di bagian daratan, yaitu Koordinator Jasa Pengangkutan, bukan di wilayah perairan maupun lautan, dan saya juga bingung disebut-sebut ada keterlibatan dalam persoalan itu seperti apa yang disampaika,” ujar Dedi.

“Ini bukan bidangnya saya, saya juga tidak paham dengan sistem kerja di wilayah laut itu seperti apa,” ungkap Dedi Andriandi.

“Setau saya, terdapat 2 Perusahaan yang tergabung dalam proyek tersebut, yakni PT. Grace Rich Marine (GRM) dan PT China Communications Construction, jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai SOP kapal penghisap itu, coba konfirmasikan kepada pihak PT. Grace Rich Marine (GRM)”. tutup Dedi.

Kegiatan reklamsi yang dilakukan oleh PT Cina Comunications Contruction yang bergerak di bidang Kontruksi melalui PT. Grace rich Marine berupa pengerukan alur sungai mengancam ekosistem pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Selanjutnya, hal tersebut juga akan berdampak pada produktivitas perikanan serta pendapatan Nelayan. Setidaknya pada lokasi tersebut terdapat pemijahan ikan milik masyarakat, habitat kepiting, cumi, ikan. Dan juga berdampak langsung dengan warga yang tinnggal di pesisir pantai.

Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Karimun, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan juga Pemerintah Pusat dapat mengkaji ulang atas rencana PT Cina Comunication Contruction dalam melaksanakan reklamasi alur sungai laut dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk dikaji ulang. (KR).