Kamis, April 16, 2026
BerandaInternasionalPutin Terima Prabowo di Tempat Kelahiran, Bukunya Terbit di Rusia

Putin Terima Prabowo di Tempat Kelahiran, Bukunya Terbit di Rusia

Saint Petersburg, GK.com – Hanya dua jam setelah mendarat di Bandara Pulkovo, Presiden Prabowo Subianto melangkah pasti menuju Istana Konstantine Novsky, kompleks abad ke- 18 yang menghadap Teluk Finlandia. Di sanalah Presiden Rusia Vladimir Putin menantinya, Kamis (19/6/2025) siang, di ruang pertemuan yang kerap digunakan untuk menjamu Kepala Negara sahabat.

Bagi Prabowo, ini bukan sekadar pertemuan bilateral. Ini adalah kunjungan resmi pertamanya sebagai Presiden Republik Indonesia ke luar Negeri. Kota yang dipilih bukan tanpa makna, Saint Petersburg, tanah kelahiran Putin dan kota dengan sejarah panjang hubungan diplomatik Rusia-Indonesia sejak era Uni Soviet.

Dua Pemimpin Negara masuk hampir bersamaan. Presiden Putin, berjas biru tua dengan dasi merah marun, menyambut Prabowo dengan jabatan tangan panjang dan senyum mengembang. Prabowo, mengenakan setelan abu-abu gelap, membalas dengan lirih sapaan, “Terima kasih atas sambutan yang begitu baik,” ujar Prabowo.

Kepada Putin, ia menegaskan bahwa lawatan ini adalah bentuk kesungguhan Indonesia memperkuat hubungan bilateral.

“Kunjungan ini penting bagi kami,” katanya sebelum pertemuan berlanjut secara tertutup.

Di luar agenda resmi itu, ada pula babak tak terduga, namun simbolik, peluncuran buku Kepemimpinan Militer karya Prabowo Subianto dalam versi bahasa Rusia. Diterbitkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, buku ini merangkum gagasan kepemimpinan yang ditulis Prabowo saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

“Bapak Prabowo memiliki bakat sastra yang luar biasa,” ucap Vladimir Sautov, Wakil Direktur Sains Akademi.

Proses penerjemahannya melibatkan diplomat Rusia yang fasih berbahasa Indonesia dan tim penyunting berpengalaman. Yang menarik, sebelum diterbitkan, isi buku ini dikaji terlebih dahulu oleh akademi militer Kepala Staf Umum Rusia, indikasi betapa penting isi buku ini bagi militer Rusia.

Peluncuran buku yang diselaraskan dengan kunjungan kenegaraan ini bukan murni seremoni. Ini bentuk diplomasi lunak yang menghubungkan kedua Bangsa lewat pertukaran gagasan dan nilai kepemimpinan.

“Kami menyusun tim yang bekerja informal tapi solid. Dan kami bersyukur bisa menerbitkan buku ini tepat saat Presiden Indonesia berkunjung,” ungkap Sautov.

Di penghujung kunjungan, Prabowo dan Putin dijadwalkan menandatangani sejumlah nota kesepahaman bidang kerja sama strategis. Hari berikutnya, Prabowo akan berbicara dalam forum ekonomi internasional SPIEF 2025.

Langkah Prabowo ke Rusia bukan cuma peneguhan hubungan diplomatik. Ini juga strategi menunjukkan poros Luar Negeri Indonesia yang terbuka terhadap kekuatan besar di luar Pakta Barat. Dan lewat bukunya yang kini bisa dibaca di kalangan militer Rusia, Prabowo seolah menyampaikan satu pesan, kepemimpinan bukan semata urusan domestik, melainkan juga bagian dari bahasa strategis global. (hdm)

Berita Terkait

Berita Populer