Beranda Pendidikan Saling Menuding, RKB SMPN 1 Desa Kiabu Banyak Kerusakan, Ada Apa ?

Saling Menuding, RKB SMPN 1 Desa Kiabu Banyak Kerusakan, Ada Apa ?

201
0

Anambas, GK.com – Pembangunan lanjutan Ruang Kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 di Desa Kiabu yang memakai Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tergolong baru rampung pengerjaannya, terlihat asal-asalan hingga mengalami kerusakan yang cukup parah. Terlihat disini, mulai dari atapnya yang bocor, hingga keretakan pada tangga.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Dasar, Pardan saat dimintai tanggapannya mengenai kerusakan yang terjadi di SMPN 1 Desa Kiabu mengatakan bahwa pembangunan tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Pembangunan lanjutan Ruang Kelas di SMPN 1 Desa Kiabu itu menggunakan dana DAK, silahkan konfirmasi ke Kepala Sekolahnya saja terkait pembangunan itu,” ujarnya saat ditemui Awak media ini di Kantor Disdikpora, pada Rabu, 30 Desember 2020 kemarin.

Sementara itu, Plt Kepala SMPN 1 Desa Kiabu, Leni Rosmita terkait hal ini, saat dikonfirmasi oleh Awak Media ini guna mencari kebenarannya, menepis jika pembangunan tersebut menggunakan dana DAK. Dirinya menyebutkan bahwa, “itu bukan dari DAK, karena jika itu bangunan DAK, maka saya yang harus mencari tukangnya, mencari bahan bangunan dan lain sebagainya, dan saya juga tidak dapat surat dari Dinas terkait untuk mengawasi pembangunannya,” sebutnya.

“Saya juga tidak tahu jenis bangunannya seperti apa, dan budgetnya berapa. Saya hanya liat mereka mengerjakan bangunan ini, itu saja,” tegasnya.

Kemudian, Leni menuturkan bahwa dirinya tidak tahu jika Sekolahnya mendapatkan pembangunan dari Dinas Pendidikan dan Olahraga Anambas.

“Sebelumnya pernah diadakan rapat di Desa. Dalam rapat itu memang disebutkan akan ada Sekolah yang mendapatkan bangunan, namun saya tidak tahu jika itu Sekolah saya, dan beberapa hari kemudian, ada orang proyek datang kesini. Katanya Sekolah kami dapat bantuan penambahan bangunan. Disini tentunya kami senang mendengarkan kabar itu, tapi kami tidak bertanya kepada mereka bentuk bangunannya seperti apa ?,” kata Leni

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas (Disdikpora KKA), Nurman justru malah menjelaskan bahwa bangunan itu merupakan dana dari APBD Perubahan.

“Itu bukan dana DAK, tetapi dari APBD Perubahan, ketika saya dikirimi foto bangunan itu sudah banyak yang rusak, maka kemarin saya sudah mengirim pekerja untuk memperbaiki kerusakan itu,” ujar Nurman saat dikonfirmasi oleh Awak media ini, pada Selasa (19/01), di Kantor Disdikpora Anambas.

Nurman menegaskan, kemarin sudah dilakukan perbaikan untuk kerusakan yang ada di bangunan baru tersebut.

“Sudah diperbaiki tempo hari, saya juga sudah dikirim foto pada saat mereka sedang melakukan perbaikan,” jelas Nurman.

Dirinya juga menuturkan bahwa sekolah tersebut masih dalam masa perawatan, jika suatu saat terjadi kerusakan lagi, maka pihaknya siap untuk memperbaiki kembali.

“Jika masih terjadi kerusakan, segera sampaikan ke saya, kami siap untuk memperbaiki kerusakan itu kembali”. tegasnya.

Faktanya, sejak bangunan dianggap selesai oleh kontraktor pelaksana, sampai saat ini belum ada pihak yang datang untuk memperbaiki kerusakan dari bangunan yang baru dibangun dan selesai akhir tahun 2020 itu. Mirisnya bangunan baru dibangun sudah mengalami kerusakan yang cukup serius, hal ini tentunya bertolak belakang dari yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Anambas. (Tim).

Editor : Febri