Beranda Kepulauan Riau Anambas Andyguna : Kami Akan Mencari Formula Yang Tepat Untuk Menangani Banjir

Andyguna : Kami Akan Mencari Formula Yang Tepat Untuk Menangani Banjir

125
0

Anambas, GK.com – Terkait banjir yang terjadi di Jalan Pattimura dan Raden Saleh, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Anambas, Andyguna K Hasibuan akan mencari formula tepat untuk menangani banjir agar tidak kembali terulang kembali.

Andyguna menjelaskan bahwa penyebab banjir saat ini adalah terjadinya hambatan air di Sungai Sugi, apalagi jika mengingat Sungai Sugi dialiri oleh 4 Sungai lainnya.

“Penyebab saat ini adalah terjadinya hambatan air di Sungai Sugi,” kata Andyguna, Selasa (5/1) di Kantor PU Kabupaten Kepulauan Anambas.

Baca Juga :

Dirinya juga menyebutkan, hambatan air ini terjadi dikarenakan adanya tumpukan sampah di Sungai Sugi yang menyebabkan air yang mengalir kelaut itu terhalang oleh sampah tersebut.

“Seharusnya air dari Sungai Sugi ini kan mengalir langsung kelaut, namun dikarenakan ada tumpukan sampah di Sungai Sugi ini, maka air yang mengalir jadi terhambat,” ungkapnya.

“Kami akan mencari formula yang tepat untuk menangani banjir ini agar tidak terulang lagi, namun saat ini kendala kita adalah disana sudah banyak pemukiman, dan juga sendimen sungai juga sudah tinggi,” jelas Andyguna.

“Di Pattimura itu rata-rata rumah warga sudah dari tembok semua, jika kita lakukan pengerukan disitu dan ada kesalahan sedikit, maka sendimen tanah di daerah itu akan turun serta rumah-rumah warga juga akan menggantung,” tuturnya.

Andyguna juga menuturkan akan melakukan pelebaran Sungai Sugi dan merenovasi jembatan yang ada disana.

“Kami akan mencoba melakukan pelebaran Sungai serta merenovasi jembatan itu, karena posisi jembatannya kan masih menggunakan tiang, itu juga bisa menjadi hambatan bagi air yang mengalir ke sungai,” ujar Andyguna.

Ia berharap kepada masyarakat agar dapat bekerjasama dalam penanganan banjir, salah satunya dengan tidak membuang sampah ke Sungai.

“Jika ada sampah yang menghambat Sungai, maka banjir mungkin akan kembali terjadi”. tutupnya. (FR).

Editor : Febri