Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Kericuhan Terjadi Dalam Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kepri

Kericuhan Terjadi Dalam Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kepri

267
0

Tanjungpinang, GK.com – Demonstrasi tolak Omnibus Law yang dilakukan oleh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) bersama Mahasiswa Tanjungpinang-Bintan berakhir ricuh.

Lapangan Pamedan Tanjungpinang menjadi titik kumpul awal para Mahasiswa sebelum berangkat menuju titik aksi, yaitu Gedung DPRD Provinsi Kepri.

“Kami Mahasiswa sebagai pemyambung lidah rakyat menolak pengesahan Omnibuslaw Cipta Kerja, karena akan berdampak buruk pada para pekerja dan lingkungan,” ucap salah satu orator Aksi Demo.

Sempat tertunda keberangkatan menuju titik aksi karena serikat pekerja yang tidak kunjung datang, membuat Mahasiswa berinisiatif untuk langsung menuju ke Kantor DPRD Provinsi Kepri. Kedatangan para Demonstran pun sempat dihalangi oleh pagar kawat berduri yang sudah melingkari di setiap sudut Kantor DPRD Kepri.

“Buka pagar kawat itu, kami kemari untuk menyampaikan aspirasi kami, bukan mau berbuat anarki, kami tidak membawa senjata, kami hanya membawa selembar kerta,” ujar orator lainnya di depan Kantor DPRD Provinsi Kepri, Kamis (8/10) sekitar pukul 11.30 Wib.

Pihak Kepolisian menghimbau kepada para Mahasiswa dengan memberikan kesempatan kepada perwakilan Mahasiswa untuk masuk ke dalam Gedung DPRD Kepri.

“Teman-teman mahasiswa boleh masuk, tetapi hanya beberapa saja. Mengingat dalam masa pandemi Covid-19, kita harus menerapkan protokol kesehatan dan jangan memancing kerusuhan serta melanggar protokol kesehatan”. ujar Kapolres Tanjungpinang, AKBP Muhammad Iqbal.

Namun Mahasiswa menolak tawaran Kapolres dengan terus meneriakkan “Berapa kita? Satu”. (Mis).

Editor : Febri