Beranda Kepulauan Riau Karimun Sekitar 700 Warga Domisili Kelurahan Teluk Air Akan Terima Sembako Bantuan Dari...

Sekitar 700 Warga Domisili Kelurahan Teluk Air Akan Terima Sembako Bantuan Dari Provinsi Kepri

134
0

Karimun, GK.com – Sebanyak kurang lebih 700 warga yang berdomisili di wilayah Kelurahan Teluk Air akan menerima bantuan berupa sembako yang disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di Kabupaten Karimun.

Sembako tersebutnantinya akan dibagikan kepada warga yang belum menerima bantuan bahan pokok dari Pemerintah Kabupaten Karimun yang telah disalurkan ke seluruh Kelurahan dan desa se- Kabupaten Karimun sebanyak 33 ribu paket.

Lurah Teluk Air, Syafrizal, S.STP saat ditemui Media ini di Ruang Kerjanya, Jum’at (8/5) pukul 09.00 Wib mengatakan, penyerahan sembako yang disalurkan oleh Pemerintah Provinsi itu, akan diserahkan secara merata kepada warga berdasarkan domisili, bukan Kartu Keluarga (KK).

“Karena pembagian sembako ini dilakukan secara pemerataan sesuai arahan Bupati Karimun, warga yang berdomisili di wilayah Teluk Air, namun berstatus KK luar, tetap kita masukkan ke daftar penerima sembako, sementara bantuan sembako dari Pemda minggu lalu, diutamakan untuk warga berstatus KK di wilayah Teluk Air yang terdampak akibat Covid-19 sebanyak 700 lebih,” papar Syafrizal.

“Apabila ada warga berdomisili di luar wilayah Teluk Air melapor kesini untuk didaftarkan sebagai penerima bantuan sembako, tetapi berstatus KK di wilayah kami, akan kami tolak, namun kami akan melaporkan ke Kelurahan warga itu berdomisili awal, agar dimasukkan ke daftar penerima sembako,” ucapnya.

Sementara itu, lanjut Syafrizal memaparkan, pada saat pengumpulan data warga, akan diinterogasi dahulu agar sembako tersebut tepat sasaran, karena selain diutamakan domisili di wilayah Teluk Air, juga diprioritaskan bagi warga terdampak akibat Covid-19. Oleh karena itu, para pegawai maupun warga yang mampu belum dapat didaftarkan sebagai penerima bantuan sembako.

“Pertanggungjawaban kita Insha Allah jelas, karena pada saat pengambilan sembako yang diserahkan kepada masing-masing RT, nama warga yang mengambil sembako itu harus sama dengan KK beserta tandatangan, agar tidak terjadi tumpang tindih,” tegas Syafrizal.

“Jika yang bersangkutan penerima bantuan sembako itu tidak dapat mengambil langsung, kita coret namanya dan dialihkan kepada warga yang belum menerima sebagai penggantinya dengan melampirkan KK, kemudian kita buat berita acara penggantian nama penerima,” ujarnya.

Dikatakan Syafrizal, penyerahan sembako tersebut tetap mengikuti protokol kesehatan dengan social distancing, agar tidak menciptakan kerumunan, yaitu pemberlakuan jam pengambilan sembako dengan jumlah kuota 10 warga setiap per-jamnya.

“Sudah kita sosialisasikan, jadi diharapkan kepada seluruh RT di wilayah Kelurahan Teluk Air jangan sampai ada data warga yang terlewati, sehingga tidak ada lagi warga yang mengeluh belum menerima bantuan sembako ini, karena pada saat pembagian, tentunya kita tidak bisa melakukan penambahan lagi”. tutup Syafrizal. (KR).

Editor : Febri