Anambas, GK.com – Sejak diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati terkait Pemberlakuan Jam Malam di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), masih saja didapati masyarakat yang melanggar aturan tersebut, dan yang lebih mendominasi melakukan pelaggaran adalah anak Sekolah.
Hal tersebut dikatakan langsung oleh Ketua Tim Yustisi, Herry Fakhrizal. Dirinya menyebutkan bahwa,masih banyak anak Sekolahan yang keluar di atas jam yang telah ditentukan.
“Kita sering mendapati anak sekolahan yang melanggar aturan terkait jam malam, dan orangnya pun kebanyakan orang yang sama, serta alasannya juga kerap sama,” ujar Herry kepada Media ini, Jum’at (4/6) di Ruang Kerjanya.
Herry menjelaskan, alasan yang didapatkan pun tidak masuk akal, mulai dari membuat tugas, hingga mengambil barang, bahkan ketika kita meminta bukti kejelasannya, banyak yang tidak bisa membuktikan.
“Berbeda halnya dengan terkait aturan untuk hanya menjual makanan atau minuman secara take away bagi seluruh restoran, serta kedai kopi. Masyarakat cukup patuh terhadap peraturan tersebut,” ungkapnya.
“Kita juga paham dengan kebutuhan masyarakat, maka dari itu, kita tetap memperbolehkan kedai kopi ataupun restoran untuk tetap membuka usahanya, tetapi tidak boleh makan ditempat,” tambahnya.
Tak hanya itu, Harry juga menjelaskan bahwa, jika ada masyarakat yang ada keperluan penting, maka diperbolehkan keluar rumah diatas jam yang sudah ditentukan.
“Jam malam dimulai dari pukul 20.00 hingga 04.00 Wib, jika disekitaran jam tersebut ada masyarakat yang memiliki keperluan penting, maka tidak apa-apa keluar, tetapi tetap memakai masker, serta selesai keperluan, diharapkan bisa langsung pulang,” kata Harry.
Terakhir, Herry mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama dapat mematuhi peraturan jam malam agar bisa mengurangi penyebaran kasus Covid-19 di Anambas, bahkan hingga nol kasus.
“Saya berharap seluruh masyarakat bisa sama-sama mematuhi aturan jam malam, terutama bagi para orang tua untuk selalu dapat mengawasi anaknya, agar tidak keluar di jam yang telah ditentukan, sebab kami masih menemukan anak Sekolah dengan berbagaai alasan”. tutupnya. (FR).
Editor : Dina

