Batam, GK.com – Di balik keandalan listrik yang terus dijaga, ada komitmen besar yang kerap luput dari sorotan, yaitu keselamatan manusia. Bagi PLN Batam, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan sekadar kewajiban administratif atau target statistik, melainkan nilai dasar yang menjadi fondasi seluruh aktivitas operasional perusahaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Furqon selaku Humas PLN Batam, saat menjelaskan implementasi K3 di lingkungan perusahaan, mulai dari capaian keselamatan kerja, sistem yang diterapkan, hingga arah kebijakan K3 ke depan.
Sepanjang tahun 2025, PLN Batam mencatat kondisi keselamatan kerja yang relatif terkendali dan menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dibandingkan tahun 2024, terdapat tren penurunan total kejadian kecelakaan kerja yang dinilai sebagai hasil dari penguatan sistem pengelolaan K3, serta meningkatnya kesadaran keselamatan di seluruh lini kerja,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/01/2026).
Meski demikian, Furqon menegaskan perusahaan tidak menjadikan angka semata sebagai tolak ukur utama. Menurutnya, prinsip PLN Batam jelas tidak ada satu pun pekerjaan yang layak dilakukan jika harus mengorbankan keselamatan jiwa manusia. Keselamatan dipandang sebagai fondasi keandalan operasional, sekaligus penopang keberlanjutan perusahaan.
“Dalam mendukung komitmen tersebut, PLN Batam telah menerapkan Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) yang mencakup Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012, serta mengacu pada standar internasional ISO 45001. Penerapan K3 tidak berhenti pada pemenuhan regulasi dan dokumen, tetapi diupayakan menjadi budaya kerja yang hidup dan dijalankan secara konsisten, sebagaimana ditekankan Direksi dalam peringatan Bulan K3 Nasional 2026,” terang Furqon Pukul 16.30 WIB.
Untuk memastikan sistem tersebut berjalan efektif, PLN Batam melaksanakan audit internal K3 secara rutin setiap tahun. Audit dilakukan oleh tim auditor internal yang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan pelatihan khusus di bidang audit serta K3. Hasil audit ini menjadi dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan keselamatan kerja.
“Pengawasan K3 juga diperketat terhadap mitra kerja dan kontraktor, khususnya pada pekerjaan berisiko tinggi seperti di sektor pembangkitan, jaringan listrik, dan pemeliharaan lapangan. PLN Batam menerapkan Contractor Safety Management System (CSMS), di mana setiap kontraktor diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko, mulai dari rendah hingga ekstrem. Kontraktor hanya diperbolehkan mengerjakan pekerjaan sesuai dengan klasifikasi risiko yang telah ditetapkan, sehingga pengendalian risiko dapat dilakukan secara terukur dan sistematis,” paparnya.
Selain itu, PLN Batam juga mengoperasikan Command Center K3, sebuah sistem pengawasan jarak jauh berbasis kamera pengawas dan sarana komunikasi lapangan. Sistem ini memungkinkan pengawasan aktivitas kerja secara real-time, sekaligus mendukung respons cepat apabila terdeteksi potensi bahaya di lapangan,” tuturnya
Dalam mendukung ekosistem K3 yang profesional dan andal, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi perhatian utama. PLN Batam menggunakan aplikasi INSPEKTA untuk mendokumentasikan serta memantau tindak lanjut temuan Unsafe Action dan Unsafe Condition di seluruh area kerja. Aplikasi ini memastikan setiap temuan keselamatan tidak berhenti pada laporan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti secara sistematis.
Setiap pekerjaan, baik yang dilakukan oleh internal maupun pihak eksternal, juga wajib melalui proses izin kerja (work permit).
“Proses ini dilengkapi dengan dokumen pengendalian risiko seperti HIRADC/IBPPR, Job Safety Analysis (JSA), serta penetapan personel penanggung jawab, pengawas pekerjaan, dan pengawas K3 yang memiliki kompetensi serta sertifikasi yang sesuai”. kata Furqon.
Menatap tahun 2026, PLN Batam menempatkan program K3 sebagai investasi strategis. Perusahaan telah menyiapkan alokasi anggaran khusus K3 yang difokuskan pada penguatan budaya dan perilaku keselamatan kerja, peningkatan pengendalian risiko pada pekerjaan berisiko tinggi, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia di bidang K3, penguatan sistem pengawasan dan teknologi pendukung, serta peningkatan pengelolaan K3 bagi mitra kerja dan kontraktor.
Dengan arah kebijakan tersebut, PLN Batam berharap investasi K3 tidak hanya berdampak pada penurunan risiko kecelakaan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas serta menjaga keandalan operasional perusahaan. Komitmen itu, ditegaskan Furqon, sejalan dengan keyakinan bahwa keselamatan adalah fondasi utama dalam setiap aktivitas kerja. (DS)

