Karimun, GK.com – Setiap pelaku perjalanan kapal laut, wajib dilakukan pemeriksaan dokumen perjalanan oleh Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 saat tiba di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun.
Namun, hal itu justru tidak berlaku untuk oknum pejabat yang melakukan perjalanan. Pasalnya, sejumlah oknum pejabat ini tidak terlihat ikut melakukan antrean pemeriksaan dokumen perjalanan seperti penumpang lainnya, sehingga hal ini menimbulkan perdebatan di Pelabuhan Domestik Karimun.
Kepada Awak Media ini, salah satu penumpang yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan jika pemeriksaan dokumen perjalanan hanya ditujukan kepada masyarakat, tetapi tidak untuk para pejabat.
“Memangnya virus itu anti ya sama para pejabat ? Sehingga mereka bisa seenaknya saja melewati jalur Porter tanpa adanya pemeriksaan. Ini kan tidak adil namanya,” keluhnya, Minggu (19/09/21) sekitar pukul 10.45 Wib di Pelabuhan Domestik Karimun.
Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Pelabuban Domestik Karimun, Billy Eko ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dirinya mengakui, memang banyak oknum dari para pejabat vertikal dan petugas Pelabuhan yang sering lewat jalur Porter untuk menghindari pemeriksaan Satgas Covid-19 yang bertugas.
“Sebenarnya jalur itu tidak hanya untuk Porter, tetapi juga bagi orang yang sakit serta digunakan di saat-saat darurat saja. Tapi, jalur ini malah banyak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang ada dilapangan, tanpa ada memberikan keterangan apapun kepada kami, sehingga hal ini menimbulkan protes kepada petugas yang ada di lapangan,” ujar Billy Eko, melalui pesan Whatsapp sekitar pukul 13.25 Wib.
Kemudian, Dirinya juga menuturkan, seharusnya para oknum pejabat ini bisa memberikan contoh yang baik untuk masyarakat umum.
“Kalau seperti ini, masyarakat wajar memprotes ke Satgas Covid-19 yang berjaga, sedangkan untuk oknum pejabat itu jika kami tegur malah kami yang dibentak”. kata Billy. (RP).
Editor : Dina

