Rabu, Februari 26, 2025
spot_img

Pentas Seni Budaya, SDN 005 Seri Kuala Lobam

Bintan, GK.com – SDN 005 Seri Kuala Lobam menggelar Pentas Seni sebagai bagian dari pengambilan nilai mata pelajaran Seni Budaya untuk siswa kelas 5. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 21 Februari 2025, pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini diadakan di lapangan sekolah dan diikuti oleh 14 kelompok siswa. Pentas seni ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga sarana untuk mengasah kreativitas dan bakat siswa dalam bidang seni budaya.

Suriati, selaku Kepala Sekolah SDN 005 Seri Kuala Lobam, menjelaskan bahwa penilaian dalam pentas seni ini menggunakan sistem rubrik. “Sistem penilaian rubrik dipilih karena dapat mengukur kinerja peserta didik berdasarkan deskripsi spesifik yang menggambarkan kemampuan mereka. Penilaian ini bisa diambil berdasarkan hasil kelompok maupun perorangan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, dengan menekankan kolaborasi antara kemandirian, kreativitas, dan kebinekaan global melalui tema lagu-lagu daerah yang ditampilkan.

Suriati menegaskan bahwa pentas seni ini bukan hanya tentang tarian, tetapi juga mencakup penilaian seni rupa dan seni musik yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Dengan kegiatan ini, kami dapat mengetahui kemampuan masing-masing peserta didik dalam seni budaya. Hal ini akan menjadi acuan untuk merekomendasikan siswa yang berbakat dalam mengikuti event atau perlombaan seni budaya di masa depan,” jelasnya.

Puspita Ike Rinawaty Butar-butar, S.Pd, wali kelas 5C, memaparkan persiapan yang dilakukan untuk pentas seni ini. “Awalnya, kami melakukan diskusi antar wali kelas untuk menentukan tema penilaian. Setelah itu, pembentukan kelompok dilakukan di masing-masing kelas, dengan setiap kelas terdiri dari 4-5 kelompok,” ujarnya. Tema yang dipilih adalah Budaya Daerah, dengan lagu daerah yang dipilih secara bebas oleh masing-masing kelompok tari.

Puspita menjelaskan bahwa pelatihan tari dilakukan oleh orang tua murid atau anggota keluarga lainnya, sementara wali kelas memberikan modifikasi gerakan tambahan untuk membuat tarian lebih menarik. “Persiapan ini berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Kami sebagai wali kelas memonitoring persiapan ini baik secara virtual maupun langsung setiap hari Jumat,” tambahnya.

Untuk kostum dan makeup, Puspita menyatakan bahwa hal tersebut disediakan oleh masing-masing peserta didik dengan dukungan orang tua. “Kami menyarankan agar kostum yang digunakan tidak memberatkan orang tua murid,” ujarnya.

Kriteria penilaian dalam pentas seni ini meliputi kekompakan kelompok dalam menari, variasi gerakan tarian, kostum yang digunakan, serta kelincahan gerakan. Puspita mengungkapkan bahwa persiapan dan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. “Antusiasme dan semangat dari wali murid serta anak-anak sangat luar biasa,” katanya.

Selain memperoleh nilai, peserta didik juga mendapatkan pengetahuan tentang makna tarian yang mereka tampilkan serta asal provinsi tarian tersebut. “Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kecintaan siswa terhadap budaya Indonesia dan mendorong mereka untuk mengembangkan budaya tersebut di masa depan,” pungkas Puspita.


Pentas Seni SDN 005 Seri Kuala Lobam tidak hanya menjadi ajang penilaian akademis, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Dengan dukungan penuh dari sekolah dan orang tua, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa. (SISKA)

Related Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles