Beranda Pendidikan Pembagian Seragam Sekolah Molor Melulu, Orang Tua Pilih Rogoh Kocek Sendiri

Pembagian Seragam Sekolah Molor Melulu, Orang Tua Pilih Rogoh Kocek Sendiri

112
0

Tanjungpinang, Gk.com – Hingga pertengahan bulan Oktober ini, janji Pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap pengadaan seragam gratis untuk Siswa/Siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang baru masuk pada Tahun Ajaran (TA) 2019, belum juga terealisasikan.

Saat dikonfirmasi oleh awak Media ini usai menghadiri kegiatan di Kantor DPRD Kota Tanjungpinang, Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd yang menjanjikan seragam gratis tersebut mengatakan bahwa, seragam itu belum dibagikan karena memang masih dalam proses penjahitan.

“Tahun ini merupakan Tahun pertama untuk seragam gratis tersebut di Kota Tanjungpinang, kalau di Bintan itu sudah Tahun ketiga, mereka beli bajunya di Jakarta, lalu dibagikan dengan mudah, nah kitakan lebih mengoptimalkan banyak hal, seperti proses penjahitan dilakukan oleh Penjahit lokal,” ujar Syahrul, Kamis (17/10) sekitar pukul 12.30 Wib.

“Saya melakukan itu dengan tujuan agar dana sekian miliar tersebut sebaiknya bergerak di Tanjungpinang saja, itulah sebabnya memakan waktu dan proses yang agak lama,” katanya.

Selanjutnya, Syahrul juga turut menjelaskan terkait adanya isu seragam yang dijahit di Makasar, yang mana hal itu hanyalah salah paham, karena sebenarnya yang menjahit seragam gratis tersebut adalah penjahit lokal, yang dari Makasar itu hanya menyiapkan bahan.

“Kita beli bahan di Makasar, lalu di jahit oleh Penjahit yang ada di Kota Tanjungpinang, karena para penjahit-penjahit kita tidak mempunyai modal untuk membeli bahan dalam jumlah banyak,” terang Syahrul.

“Hal inilah yang juga mengakibatkan tidak sekaligusnya selesai pekerjaan itu. Baju kurung siap duluan, baju yang siap duluan itu yang langsung dibagikan, target kita November mendatang sudah dibagikan,” ujarnya.

Dikesempatan yang berbeda, Wakil Kepala Sekolah dari salah satu SMP di Kota Tanjungpinang yang tidak ingin namanya disebutkan menyampaikan, bahwa ada isiatif dari para Orang Tua untuk membeli seragam dengan menggunakan uang pribadi, karena anak-anak mereka juga tidak sabar memakai seragam yang sudah dijanjikan itu.

“Kalau menunggu seragam gratis, tentu akan lama, sedangkan anak-anak sudah tidak sabar menggunakan seragam Sekolah, maka dari itu, para Orang Tua lebih memilih beli sendiri,” tuturnya.

“Orang Tua pernah juga ada yang menanyakan, kami dari pihak sekolah hanya bisa bilang seragamnya masih dalam proses, karena yang menangani baju bukanlah kami, akan tetapi dari Pemerintah”. ungkapnya, Rabu (18/10) sekitar pukul 12.00. (MI).

Editor : Febri