Pelatihan Sablon, Dinas: Bidik Ikon Tanjungpinang

Tanjungpinang, GK – Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro telah mengadakan pelatihan sablon selama  20 hari di gedung workshop SMK Negeri 3 Tanjungpinang. Pelatihan dibuka 18 April dan berlanjut sampai dengan 12 Mei 2018.

Panitia pelaksanaan berharap, kegiatan ini dapat memberikan bekal kepada peserta dalam menggeluti di dunia usaha sablon. Dari keterampilan yang didapat, peserta dapat mengejar ikon daerah. Ikon pariwisata dari Kota Tanjungpinang bisa dijadikan oleh oleh berciri khas.

Mewakili dinas terkait dan juga selaku panitia, Kamaruzaman mengatakan, para peserta saat ini dibekali keterampilan sablon oleh instruktur yang berpengalaman. Semua peserta diharapkan menggali pengetahuan, baik tehnik maupun trik trik proses penyablonan.

“Kehadiran Pemerintah di sini sebagai fasilitator. Dengan harapan para peserta ini dapat menjawab tantangan untuk bersaing. Dilihat dari keseriusan peserta, ada optimistis mereka,” ucapnya.

Meskipun mengawali pelatihan sebatas pengenalan secara garis besar, Kamaruzaman mendorong peserta agar menyimak penjelasan dari instruktur yang meliputi peralatan dan bahan. Ia juga menyarankan peserta untuk bertanya tentang kegunaan serta fungsi dari masing-masing alat dan bahan.

Peserta pelatihan sebanyak 20 orang dari pemuda pemudi di Pulau Penyengat. Peserta mengikuti pelatihan dari dasar, yakni cara menggunakan sistim Corel dan Photoshop selama 14 hari. Selebihnya, selama 6 hari peserta melakukan praktek sablon dengan bimbingan instruktur.

Selama pelatihan, peserta mengaku tidak memiliki kendala. Semua materi yang di terima dari instruktur dapat dipahami dengan baik, hal itu karena instruktur juga sebagai pelaku usaha sablon, tentunya lebih memahami kiat kiat khusus bagi pemula.

Fahri, salah satu peserta pelatihan, mengaku bersyukur atas kesempatan ini. Baginya ini adalah satu pengalaman untuk memiliki suatu keterampilan yang berpeluang bagus. Ia juga menginginkan program pelatihan seperti ini terus berkelanjutan dalam bentuk keterampilan yang lain lagi.

“Dari tidak mengerti sama sekali, kini kami bisa melakukan dari nol sampai jadi. Kami juga terinspirasi dari kota kota besar lainnya. Kenapa mereka bisa, kami juga ingin bersaing,” ungkap Fahri dihadapan tamu dan peserta lainya saat acara penutupan pelatihan sablon di aula SMK Negeri 3 Tanjungpinang, Sabtu (12/5)

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang Marzul Hendri, mengatakan bahwa program pelatihan ini adalah sebagai bentuk perhatian  pemerintah dalam mengantisipasi tingkat pengangguran dan memberi motivasi kepada masyarakat untuk berkarya.

“Kota Tanjungpinang ini banyak memiliki ikon ikon bagus, baik dari situs sejarah maupun pariwisata. Banyak yang dapat di ambil sebagai motif sablon untuk di jadikan oleh oleh dari kota kita ini,” kata Marzul.

Ia juga mengingatkan kepada peserta yang sudah menerima pelatihan agar terus mempraktekkan keterampilan sablon. Nantinya, menurut Marzul, pihak dari Dinas akan mengevaluasi terapan terapan dari peserta di lapangan sebagai acuan tingkat keberhasilan program tersebut.

Seusai acara penutupan, sebelum beransur dari aula, peserta mendapat arahan khusus dari panitia pelaksana. Saat itu juga peserta mendapat kaos yang sudah di sablon dengan berbagai motif dari ikon ikon Kota Tanjungpinang. (Red)

154 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *