Weni : Kartu Kendali BBM Subsidi Tidak Untuk Pengusaha

Tanjungpinang, GK.com – Memasuki bulan Oktober, Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama Pertamina menerbitkan dan meresmikan Kartu Kendali Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar Subsidi, khususnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Batu 10, Tanjungpinang.

Adanya kartu tersebut, diharapkan dapat mengatasi kelangkaan dan atrean panjang disetiap SPBU yang ada di Kota Tanjungpinang. Namun pada kenyataannya malah terjadi hal yang sebaliknya, yakni antrean BBM jenis Solar di berbagai SPBU Kota Tanjungpinang semakin panjang, serta membuat risau para supir truk yang menggunakan BBM bersubsidi tersebut.

Berkenaan hal itu pun rupanya menjadi perhatian oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni. Dikatakan Weni kepada Media ini saat dijumpai usai menghadiri acara di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsib Kota Tanjungpinang, Sabtu (12/10) sekitar Pukul 11.09 Wib, bahwa seharusnya untuk Bus Pariwisata yang notabene adalah milik para Pengusaha, sebaiknya tidak dibolehkan menggunakan BBM jenis Solar Subsidi.

“Lain halnya jika bus Sekolah, itu tentu boleh menggunakan BBM bersubsidi, sementara untuk Bus Pariwisata milik pengusaha, selayaknya ya tidak boleh,” tegas Weni.

“Untuk membahas lebih lanjut terkait Kartu Kendali BBM jenis Solar Subsidi ini, nantinya kita akan adakan pertemuan antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Dewan,” katanya.

“Kita tunggu saja, karena sampai saat ini, Wali Kota belum ada pertemuan dengan Dewan untuk membahas terkait hal ini lebih lanjut, pada saat itu nanti akan kita pertanyakan, mengapa kartu tersebut bisa terbit,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd saat ditemui di Masjud An-Nur Mayangsari, pada Jum’at (11/10)  Pukul 11.00 Wib, mengatakan akan mengadakan rapat kembali terkait Kartu Kendali BBM jenis Solar Subsidi tersebut.

“Kita membuat keputusan tersebut tentu ada landasannya, sekarang kalau memang ada tuntutan, kami akan bincangkan kembali nanti,” ucap Syahrul.

“Tujuannya baik dengan adanya kartu tersebut, Bus Pariwisata hanya bisa mengisi BBM satu kali dalam waktu 24 jam atau sehari”. pungkasnya. (MI).

Editor : Milla

Berbagi berita