Kepri Darurat Narkoba, BP3KR Gelar Dialog Interaktif

Tanjungpinang, GK.com – Guna membangun  Kepulauan Riau (Kepri) yang berbudaya dan berakhlak mulia, Yayasan Badan Penyelaras Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) menggelar Dialog Interaktif bersama mahasiswa yang ada di Kota Tanjungpinang dan para Tokoh masyarakat.

Dalam dialog interaktif yang mengambil tema “Semangat Proklamasi dan Semangat Kepahlawanan Tanah Melayu”, itu digelar di Gedung Arsip Perpustakaan Provinsi Kepri, Kamis (15/8) pukul 08.00 Wib.

Ketua Yayasan BP3KR Dato H. Huzrin Hood S.H.,MPd.I dalam mengisi dialog tersebut  menyampaikan tujuan utama dari kegiatan itu adalah untuk mengantisipasi bahayanya Narkoba di Provinsi Kepri yang sudah darurat bagi generasi bangsa.

“Dengan pembentukan tim penanganan sesuai Surat Keterangan Menteri Dalam Negeri (SK Mendagri) yang sudah diperbincangkan sebelumnya, diharapkan nantinya akan tumbuh semangat bersama bagi kita dalam mengantisipasi bahaya Narkoba,” ujar Huzrin.

“Selain itu, tujuan dari Dialog Interaktif ini adalah agar dapat mewujudkan budaya Melayu yang berakhlak mulia,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Plt Gubernur, H. Isdianto, S.Sos., M.M mengatakan bahwa, Indonesia terdiri dari berbagai ragam budaya, termasuk juga budaya Melayu yang harus senantiasa dijunjung di Provinsi Kepri.

“Masyarakat Kepri wajib menjunjung tinggi budaya Melayu, sebagaimana yang telah diperjuangkan oleh 3 Pahlawan Kepri yaitu Raja Ali Haji, Raja Haji Fisabilillah serta Sultan Mahmud Riyat Syah yang turut berjuang untuk mewujudkan budaya Kepri berakhlak mulia,” tutur Isdianto.

“Permasalahan Narkoba merupakan salah satu tujuan utama yang dibahas dalam Dialog Interaktif ini, berkaitan dengan hal itu tentunya kita wajib serius dalam memberantasnya, tidak ada kata ampun buat urusan Narkoba,” tegas Isdianto.

“Kita sudah membahas bersama DPRD serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), nantinya di Tahun 2020 kita akan adakan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanjungpinang, khususnya dalam hal penyuluhan terkait Narkoba untuk di setiap Daerah yang ada di Kepri ini, minimal setiap 3 bulan sekali,” terang Isdianto.

“Atas kerjasama yang baik dari Yayasan BP3KR serta dukungan yang telah diberikan oleh semua pihak, mudah-mudahan kedepannya kita bisa menekan angka Narkoba di Kepri menjadi zero Narkoba”. pungkas Isdianto. (RZ).

Editor : Febri

Berbagi berita