Proyek Bincen, Jalan di Tempat

Tanjungpinang, GK.com – Sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian kontrak proyek Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Kawasan Bintan Centre No : 05/SP/PUPR-BM/DAK/VII/2019 pada Tanggal 18 Juli 2019, hingga saat ini belum terlihat dilakukan aktivitas pekerjaan persiapan di lokasi Jalan Kawasan Bintan Centre (Bincen) oleh PT. Trial Botama Prakasa selaku kontraktor pelaksana.

Tidak transparannya Kepala Bidang Bina Marga, Zulkhairi M.Eng sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, perihal Tanggal dimulainya pekerjaan saat dikonfirmasi media ini (sebagaimana berita Proyek Kawasan Bintan Centre). Zulkhairi sebagai pejabat yang bertanggungjawab membuat Tanggal mulai pelaksanaan pekerjaan selama 150 hari kalender pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang harus dibuat olehnya paling lambat 14 hari setelah Surat Perjanjian Kontrak yang ditandatangani pada 18 Juli 2019.

Dari keterangan Zulkhairi, diduga ada indikasi mal administrasi, disebabkan hingga pada Tanggal 8 Agustus 2019 proyek jalan kawasan Bintan Centre masih dalam tahapan pelaksanakan Rapat Pra Pelaksanaan Kontrak atau Pre Constructioning Meeting (PCM). Sehingga diperkirakan waktu kerja tersisa hanya 145 hari sampai dengan 31 Desember Tahun ini.

“Kamis, Tanggal 8 Agustus diadakan rapat Pra PCM di Dinas PUPR, setelah itu diadakan rapat PCM dengan TP4D,” terang Zulkhairi via Whatsapp (10/08).

Mengacu pada Rancangan Kontrak kegiatan, mengacu pada Syarat – Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat – Syarat Khusus Kontrak (SSKK) pekerjaan pemeliharaan/peningkatan jalan kawasan Bintan Centre, dijelaskan Rapat PCM selambat-lambatnya dilaksanakan 7 hari setelah SPMK dibuat. Diperkirakan, setelah penandatanganan perjanjian kontrak Tanggal 18 Juli 2019, diduga PPK membuat SPMK Tanggal 31 Juli 2019, dan selanjutnya melaksanakan PCM Tanggal 8 Agustus 2019.

Akan hal ini, Zulkhairi mengungkapkan bahwa masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan Tanggal 18 Juli 2019 atau sama dengan saat perjanjian kontrak ditandatangani. Sebagaimana dokumen rancangan kontrak, dijelaskan pada pasal 5 tentang masa kontrak dan pada SSUK 1.15 tentang masa kontrak dan 1.16 masa pelaksanaan pekerjaan. Namun Zulkhairi sebagai PPK menetapkan Tanggal mulai kerja terhitung mundur 14 hari sebelum SPMK dibuat olehnya dan menurutnya, Rapat PCM merupakan termasuk kegiatan divisi 1 mobilisasi.

” 1. PCM itu masuk divisi 1 mobilisasi

2. Tanggal 18 Juli 2019,” tulis Zulkhairi via Whatapps (14/08)

Keterangan dan tindakan Zulkhairi sebagai PPK proyek berbeda halnya dengan ketentuan Peraturan Pengadaan barang dan jasa tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP) salah satunya mengenai tahapan PCM dan tidak termasuk pada masa pelaksanaan pekerjaan, serta tidak sesuai dengan dokumen SSUK  No 23. tentang  Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak 23.1 Paling lambat 7 (tujuh) hari kalender sejak diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan pekerjaan, PPK bersama dengan Penyedia, unsur perancangan, dan unsur pengawasan, harus sudah menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak. Sedangkan mobilisasi merupakan kegiatan terpisah dari Rapat Pra Pelaksanaan Pekerjaan. Sehingga kegiatan tersebut juga tidak tercantum sebagai salah satu kegiatan divisi 1, yaitu pekerjaan mobilisasi A hingga E sebesar Rp. 32 juta.

Hingga saat berita ini dimuat, pantauan media ini dilokasi kawasan Bintan Centre, tidak terlihat adanya aktivitas mobilisasi sebagaimana dianggarkan sebesar Rp. 32 juta, pengukuran yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut.

“Belum ada tanda-tanda akan dikerjakan dek, papan nama dan base campnya juga tidak ada” ungkap salah seorang yang biasa beraktifitas dikawasan Bintan Centre itu.

Kondisi saat ini, terkesan adanya pembiaran atas ketidakmampuan pihak kontraktor untuk melaksanakan kegiatan miliaran rupiah itu, sedangkan perusahaan asal Kota Batam, PT. Trial Botama Prakasa baru berdiri setahun lalu. (Red).

Editor : Milla

Berbagi berita