Komisi IV DPRD Batam Perjuangkan Hak Karyawan PT Unisem

Batam, GK.com – Akibat tutupnya PT Unisem tanpa alasan yang pasti, membuat berbagai persepsi timbul di kalangan masyarakat, khususnya Karyawan Perusahaan tersebut, untuk meluruskan perihal tersebut,  Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas penyelesaian terkait hak-hak Pekerja terhadap dampak penutupan PT Unisem itu, serta hal-hal lain yang  dianggap perlu, Selasa (6/8) sekitar pukul 14.00 Wib, di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Kota Batam.

Dalam Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, H. Djoko Mulyono, SH. MH saat itu meminta kepada PT Unisem untuk transparan dan jujur dalam menyampaikan kondisi keuangan Perusahaan tersebut.

“Saya minta kepada pihak Perusahaan agar menyampaikan sejujur-jujurnya terkait keuangan Perusahaan, jangan sampai terjadi dusta diantara kita,” tegas Djoko.

Menurut Joko, permintaan kebijakan untuk transparan tersebut dikarenakan hingga saat ini para Karyawan tidak mengetahui sama sekali kenapa Perusahaan tempat mereka mencari nafkah tersebut tutup tanpa sebab yang pasti, sehingga terjadinya sebuah cerita yang berbeda-beda diantara para Pekerja terkait hal tersebut.

“Jika memang ada kerugian, buktikan seperti apa kerugian tersebut, jadi Karyawan yang bekerja di PT Unisem bisa berjuang untuk mendapatkan hak-hak yang mereka punya,” ujar Djoko.

“Kita masih menunggu sembari kita nanti akan mengecek data Perusahaan, karena niat kita adalah untuk membantu kawan-kawan karyawan dari PT Unisem,” kata Djoko.

Dikatakan Djoko, ketika data dari Perusahaan tersebut sudah masuk ke Komisi IV, maka akan dilakukan evaluasi dan kroscek kembali, apakah betul Perusahaan ini tutup dengan alasan merugi.

“Terkait permasalahan ini, nanti kita akan berdiskusi juga dengan Disnaker dan pihak-pihak mana saja yang kompeten dalam hal ini untuk lebih memaksimalkan apa yang akan kita putuskan nanti,” ucap Djoko.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman. S.Pd., MM mengatakan, pihaknya tidak hanya untuk mengejar fakta penyebab Perusahaan ini tutup, melainkan juga harus adanya sebuah data yang diungkapkan.

“Kita tidak bisa bermain dengan narasi, kita harus bermain dengan berbasis data, jadi yang harus kita kejar adalah datanya, mudah-mudahan tugas kami ini tidak memakan waktu yang cukup lama, 30 September itu tinggal beberapa minggu saja lagi, nanti kami akan  melakukan pertemuan selanjutnya”. pungkas Aman. (MI).

Editor : Febri

Berbagi berita