Harga Cabai Tak Kunjung Turun, Dagangan Menumpuk, Pedagang Pun Lesu

Tanjungpinang, GK.com – Sejak mengalami kenaikan harga di beberapa waktu lalu, bahkan hingga tembus diangka Rp. 100.000,- lebih per kilo nya, para pedagang cabai yang setiap harinya berjualan cabai di Kota Tanjungpinanng mengeluhkan akan hal tersebut. Pasalnya, sejak terjadinya kenaikan tersebut, terlihat kurangnya laku dari penjualan sayuran yang banyak di gemari oleh pecinta makanan pedas itu.

Berdasarkan pantauan Media ini saat turun ke salah satu Pasar yang berada di Kota Tanjungpinang, terlihat menumpuknya cabai merah yang di jajakan oleh para pedagang. Menurut informasi yang di dapati saat awak Media ini turun ke Pasar, hal itu dikarenakan banyaknya warga Kota Tanjungpinang yang saat ini enggan membeli cabai tersebut dengan jumlah yang banyak.

Terlihat tumpukan cabai yang kurang laku.

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang, DR. Ahmad Yani, S.Sos., MM, M.Kes menanggapi hal tersebut mengatakan bahwa, penyebab kenaikan harga tersebut selain dikarenakan oleh terjadinya kenaikan pada harga Tiket Pesawat juga factor lain berasal dari produsen.

“Memang harga dari produsennya mahal, belum lagi biaya kargonya, harga dari produsennya saja sudah Rp.  60.000,- per kilogramnya, sementara harga kargo mencapai Rp. 30.000,- bahkan lebih,” ucap Ahmad Yani saat ditemui Media ini, Jum’at (19/7) sekitar pukul 10.00 Wib, di Kantor Wali Kota, Senggarang.

“Para pedagang memang banyak yang mengeluhkan terkait kenaikan harga cabai yang tidak kunjung turun, banyak barang dagangannya tidak laku, bahkan menumpuk karena masyarakat hanya membeli sedikit-sedikit,” jelas Ahmad Yani.

“Cume ape mau dikatakan lagi, sejauh ini kita sudah berupaya semaksimal mungkin dalam menjaga nilai jual barang dilapangan agar masyarakat tidak menjerit,” tambah Ahmad Yani.

Dikatakan Ahmad Yani, faktor penyebab mahalnya harga cabai lainnya juga salah satunya bisa dari faktor cuaca yang tidak stabil,

“Saat ini faktor alam dan cuaca juga sangat berpengaruh bagi petani cabai, sehingga bisa saja mengalami gagal panen”. tutup Ahmad Yani. (AA).

Editor : Milla

Berbagi berita