Yosep Adi Prasetyo : Pers Jangan Menjadi Pemain Dalam Demokrasi

Batam, GK.com – Dalam Pemilihan Umum (Pemilu) pada Pileg dan Pilpres yang baru terselenggara pada tanggal 17 April yang lalu, yang hingga saat ini masih menimbulan hawa panas serta ketegangan dari masing-masing individu membuat para Insan Media harus lebih cerdas dalam menghadapi situasi dan kondisi, khususnya dalam pemuatan pemberitaan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dalam Workshop Peliputan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019 yang digelar di Hotel Nagoya Hill, Batam, Rabu (24/4) lalu, sekitar  pukul 10.15 Wib.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo yang membuka resmi kegiatan Workshop tersebut mengatakan bahwa, Media harus menjadi penengah dalam konflik yang terjadi usai Pemilu 2019, bukan untuk memperkeruh akan hal itu.

“Untuk kalangan Pers, silahkan ambil posisi sebagai rekonsilitator bagi  masyarakat,” ucap Yosep.

Dikatakan Yosep, saat ini peran Pers sangatlah besar dalam Pemilu, apalagi Pemilu kali ini dilaksanakan serentak se- Indonesia untuk Pilpres dan Pileg, tentunya banyak kejadian yang tidak kita inginkan terjadi.

“Saat inilah peran kita sebagai Insan Pers dibutuhkan, untuk memulihkan keadaan yang sedang terjadi, seperti perbedaan pilihan, serta bahasa Cebong atau Kampret yang membuat banyak masyarakat terputus tali silaturahmi, bahkan tali persaudaraan,” kata Yosep.

Dalam kesempatan itu, Pria yang akrab disapa Stanley itu mengatakan, dengan kondisi seperti sekarang ini, Pers harus hadir dalam koridor pada pemberitaan yang berdasarkan Undang-Undang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Para Pers dan Media harus bertindak selayaknya sebagai seorang Wasit, Pengawas, dan Pembimbing dalam sebuah pertarungan ini, jangan pula  menjadi pemain dalam demokrasi,” tegasnya Yosep.

“Saya berharap Pers dan media tidak menjadi pengadu domba yang akan menimbulkan konflik sosial, mari hindari berita hoax yang akan berdampak buruk kedepannya,” harap Yosep.

“Ketika perdebatan politik membuat tensi naik, kewarasan publik pun berkurang, maka tugas media adalah menyajikan berita yang benar, terverifikasi dan terklarifikasi”. tutup Stanley. (MR).

Editor : Milla