Polres Natuna Ungkap 7 Pelaku Narkoba, Total BB Sebanyak 6 Gram

Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K saat menggelar Konfrensi Pers

 

Natuna, GK.com – Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto S.I.K beserta Jajaran Satuan Narkoba Polres Natuna, berhasil mengungkap 7 orang pelaku Narkoba dengan barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu dengan berat keseluruhan sebanyak 6 gram.

“Total keseluruhan barang bukti berupa sabu, ada sekitar 6 gram,” jelas Nugroho saat menggelar Konferensi Pers dengan awak media, terkait kasus penangkapan tersangka narkoba dan kasus peredaran uang palsu, yang berlangsung di Mapolres Natuna, Jalan H. Adam Malik, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, pada Senin (11/03).

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Natuna, Nugroho Dwi Karyanto menegaskan bahwa tidak ada ampun bagi para pengguna maupun pengedar Narkoba di wilayah Natuna yang telah merusak generasi Bangsa dan lingkungan Masyarakat. Pada saat itu, Ia pun menerangkan bahwa ke- 7 pelaku Narkoba tersebut berinisial H, W, MY, RA, WH, RMA dan WS.

“Tersangka W merupakan kasus pelimpahan dari Lanal Ranai. Dia adalah salah seorang anak buah kapal dari salah seorang Pengusaha dari Kelarik,” kata Nugroho, di dampingi Kasat Narkoba AKP Ramlan Calid dan Kasatreskrim AKP Hendrianto saat itu.

Dijelaskan Nugroho, 6 orang tersangka lainnya merupakan hasil dari pengembangan kasus Narkoba yang ditanganinya tahun 2018 lalu.

“Yang enam orang ini sudah menjadi target kami sejak tahun 2018 lalu. Ini adalah hasil dari pengembangan kasus Narkoba di Tahun lalu. Jadi bukan karena adanya laporan dari masyarakat,” kata Nugroho.

Secara rinci, Nugroho mengatakan bahwa dari tersangka dengan inisial H, Polisi berhasil menemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,13 gram. Lalu dari tangan MY, ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,7 gram, WH 3,37 gram dan RMA seberat 0,27 gram.

Selain barang bukti berupa sabu-sabu, Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya dari tangan pelaku, diantaranya seperti Bong (alat hisap sabu), Korek Api Otomatis, Timbangan, Telepon Genggam, Rokok, Cottonbud, Plastik pembungkus sabu dan sejumlah uang tunai.

Lanjut Nugroho menjelaskan, bahwa dari 5 orang tersangka merupakan hasil dari 5 LP di bulan Januari 2019. Sementara pada bulan Maret tahun ini, ada 1 LP dengan 2 orang tersangka. Seluruh tersangka ini dicurigai sebagai pengedar narkoba. Karena telah memiliki, menyimpan dan menguasai sabu-sabu.

Seluruh tersangka terancam dengan pasal 112, yang berbunyi “setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 dan paling banyak Rp 8 milyar”.

Atau Pasal 114 “setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak Rp 10 milyar”.

Nugroho menyebutkan, bahwa untuk kasus Narkoba di wilayah hukum Polres Natuna saat ini mengalami peningkatan. Pihaknya mencatat, selama Januari hingga Desember 2018, hanya terjadi sebanyak 14 kasus. Sementara dari bulan Januari hingga Maret 2019, sudah terjadi sebanyak 6 kasus dengan 7 tersangka.

“Saya menghimbau kepada masyarakat maupun media, agar turut membantu kinerja aparat Kepolisian guna membasmi dan menekan angka penyalahgunaan Narkoba di daerah perbatasan Natuna khususnya,” tegas Kapolres.

“Kepada awak media dan segenap unsur masyarakat Natuna, jika mengetahui adanya penyalahgunaan Narkoba di tengah-tengah masyarakat, saya berharap agar segera melaporkannya ke pihak yang berwajib untuk segera ditindak lanjuti,” tutur Kapolres.

“Kedepannya kita harapkan dari para pelaku ini nantinya bisa memberikan informasi yang sebanyak-banyaknya tentang jaringan peredaran Narkoba di Natuna ini, sehingga tindak penyalahgunaan Narkoba bisa di tekan. Mudah-mudahan berkat kerja sama masyarakat dan media, peredaran Narkoba di Natuna dapat diberantas”. harap Kapolres. (Sai).

Editor : Milla