Si Jago Merah Beraksi, 4 Hektar Lahan di Desa Pongkar Dilalap

Karimun, GK.com – Kebakaran lahan di Kabupaten Karimun kembali terjadi, tepatnya di Desa Pongkar, Minggu (10/03) sekitar pukul 13.00 Wib. Dalam peristiwa kebakaran itu terjadi dikarenakan oleh salah satu warga yang membakar sampah disekitar lahannya.

Ada sekitar lebih kurang 4 Hektar lahan milik warga yang di lalap oleh si jago merah, hingga hampir mengenai salah satu rumah warga dan satu kios minyak yang berada berdekatan dengan lokasi kejadian kebakaran tersebut.

Amirul Muslaini salah seorang dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karimun yang saat itu turut memadamkan api tersebut mengatakan bahwa, “saat ini ada 6 titik lokasi api yang sudah berhasil dipadamkan sejak pukul 14.14 Wib,” katanya.

“Saya menghimbau kepada masyarakat setempat jika membakar sampah di sekitar lahannya agar di jaga sampai apinya padam, jangan dibiarkan begitu saja, ini adalah salah satu akibat dari hal tersebut, berawal dari bakar sampah hingga api menjalar meluas,” ucap Amirul.

Dikatakan Amirul, sarana pemadam kebakaran yang dioperasikan untuk memadamkan api terdapat 2 unit, 1 unit lagi standby di Kantor Damkar.

“Harapan saya kedepannya diantara Damkar Karimun dan masyarakat haruslah saling menjaga, jika ada kejadian kebakaran segeralah saling bahu-membahu untuk memadamkan kobaran api tersebut, jangan sampai terjadi api tersebut meluas kobarannya, hingga menimbulkan kerugian pada kita nantinya,” harap Amirul.

Ditempat yang sama, Camat Tebing, Agung Jati Kusuma Media saat dijumpai media ini ketika memantau langsung kebakaran  di lokasi tersebut mengatakan, “partisipasi dan kepedulian masyarakat sangatlah dibutuhkan dalam hal ini, salah satunya untuk pemadaman api jika terjadi kebakaran seperti ini agar api tidak meluas,” ujarnya.

“Saya berharap kepada masyarakat ketika membakar sampah agar api tidak menjalar kemana-mana, hendaknya dijaga, dan ketika melihat api mulai membesar, janganlah terlalu cuek untuk hal sepele seperti ini,” tegasnya.

“Saat ini sarana dan prasarana pemadam kebakaran yang kita miliki sangatlah terbatas, oleh karena itu untuk mencegah terjadinya kebakaran sangat diperlukan antisipasi dari masyarakat maupun Damkar,” harapnya.

“Seharusnya jika terjadi kebakaran, masyarakat setempat haruslah ikut membantu memadamkannya agar api tidak meluas, jika menunggu mobil pemadam datang, tentunya api tersebut akan merambat jauh, begitu juga dengan pihak Damkar, jika bisa 1 unit pemadam di standby kan di Gedung Olahraga (GOR) Badang Perkasa, karena titik rawan kebakaran lahan di  Desa Pongkar ini kerap kali terjadi di daerah ini,” tutur Agung.

“Saya berharap agar kejadian serupa seperti ini tidak terulang kembali, masyarakat maupun Damkar dapat bekerjasama guna menciptakan kondisi yang aman, antisipasi dan partisipasi dari masyarakat juga dibutuhkan untuk mencegah kebakaran khususnya”. tutup Agung. (KR).

Editor : Milla