Mencegah Terjadinya Konflik Sosial, Dinsos Provinsi Gelar Pelatihan Bagi Tenaga Pelopor Perdamaian

Batam, GK.com – Dinas Sosial Provinsi Kepri menggelar Pemantapan Tenaga Pelopor Perdamaian se- Provinsi Kepri dengan tema “Kita Tingkatkan Peran Serta Pelopor Untuk Memperkuat Penanganan Konflik Sosial”, Rabu (06/03), di Hotel Golden View Hotel, Batam.

Dalam acara yang di buka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Drs. H. Doli Boniara M.Si sekitar pukul 21.04 Wib itu di ikuti oleh Tenaga Pelopor Perdamaian se- Provinsi Kepri.

Tujuan di laksanakannya kegiatan yang di gelar selama tiga hari itu adalah untuk Pencegahan Konflik Sosial yang ada di lingkungan masyarakat, seperti terjadinya konflik perang suku, agama, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Doli Boniara  mengatakan bahwa peranan Tenaga Pelopor Perdamaian saat ini sangatlah penting, terutama dalam menjaga serta mencegah konflik yang ada di daerahnya masing-masing.

“Tugas dan fungsi mereka ketika berada di daerah setelah dilakukan pemantapan ini adalah untuk menjaga, serta mencegah terjadinya konflik sosial di setiap desa atau pun di kota tempat mereka masing-masing,” ucap Doli.

“Tenaga Pelopor Perdamaian ini merupakan relawan kami yang tidak diberi gaji, tentunya jasa-jasa mereka sangatlah besar buat kami,” ujar Doli.

“Saat ini jumlah relawan Pelopor Perdamaian yang kita punya ada sekitar 40 orang, kami yakin dengan kehadiran mereka nantinya bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah, khususnya dalam mencegah terjadinya konflik sosial di Kepulauan Riau  ini,” jelas Doli.

Ditempat yang sama Ketua Panitia penyelenggara kegiatan tersebut, Dra. Haniza S.H.I berharap kepada semua lapisan masyarakat agar selalu menjaga kerukunan di dalam bertetangga maupun bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat demi menghindari terjadinya konflik.

“Harapan kami dengan di adakannya pemantapan ini bagi para Tenaga Pelopor Pelopor kedepannya mampu menjalankan tugas di daerahnya masing-masing dan selalu sigap dan cepat terhadap kejadian maupun konflik yang akan terjadi maupun yang sedang terjadi”. tutup Haniza. (MR).

Editor : Milla