Bekraf Adakan Syaria Banking Creative Busines Matching di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, GK.com Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali melakukan pertemuan dalam rangka diskusi atau sharing untuk meningkatkan kreativitas bagi para pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf), bersama perbankan Syariah.

Sebelumnya Bekraf telah sukses  melaksanakan kegiatan yang serupa di tahun 2017. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (04/12) pagi, acara yang digelar oleh Bekraf mengambil tema “ Sharia Banking Creative Business Matching”.

Adapun terlaksananya kegiatan ini adalah sebagai salah satu sumber pembiayaan yang bisa nantinya diakses untuk para ekspansi usaha.

Dalam acara tersebut dibuka langsung oleh Asisten II Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang H. Irwan, S.Sos, mewakili Walikota Tanjungpinang, serta dihadiri oleh Plt. Direktur Akses Perbankan Yuke Sri Rahayu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang Marzul Hendri, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang Agung Surya, Kepala Bidang Adat, Tradisi dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang Syafaruddin, dua Narasumber dari Pengelolaan Keuangan Usaha, Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Kreatif Ahmad Gozali dan Pengusaha Minuman Tradisional Cendol Danu Sofwan, serta para UMKM se- Kota Tanjungpinang.

Sementara itu, untuk para peserta yang mengikuti acara tersebut terdiri dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, dan mantan Alumni 2 Kelas Keuangan di tahun lalu berjumlah 200 orang.

Tujuan dari terselenggaranya acara Bekraf itu adalah untuk mempertemukan para UMKM Kreatif yang ada di  Kota Tanjungpinang dengan perbankan Syariah.

Plt. Direktur Akses Perbankan Yuke Sri Rahayu pada kesempatan tersebut mengatakan, “saya  berharap mudah-mudahan UKM Kreatif yang mau mengembangkan usahanya dikedepan hari akan mendapatkan pengaksesan dalam pembiayaan dari perbankan Syariah,” ujarnya.

Seperti diketahui, bagi para pelaku ekonomi kreatif, permodalan untuk di tahap awal tentunya menjadi salah satu kendala besar dalam mengembangkan usahanya, baik dari sisi administrasi maupun di sisi teknis saat di lapangan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Akses Perbankan memberikan akses kepada para pelaku ekonomi kreatif untuk dapat mengajukan proposal pengajuan dalam pembiayaan perbankan Syariah yaitu melalui BNI Syariah, BRI Syariah, Mandiri Syariah dan Bank Muamalat. (LM).

 

Editor : Ani

Recommended For You

About the Author: admin01